Recent

Minggu, 15 Juni 2014

Tradisi bakar batu di papua









        Tradisi bakar batu di papua

UPACARA BAKAR BATU

    Upacara bakar batu merupakan Sebuah ritual tradisional suku-suku pegunungan Papua, seperti upacara kematian, pernikahan, perdamaian, dan menyambut tamu agung. Upacara kematian dilakukan karena ada pihak keluarga yang ingin agar duduk dan makan bersama dengan saudara-saudaranya (neak nami). Sementara upacara pernikahan, bakar batu di lakukan karena ingin memberikan makan kepada neak nami tersebut, serta ucapan syukur. Perdamaian dilakukan pada puncaknya yakni bakar batu. Karena menurut saya mungkin ada masalah-masalah yang belum terselesaikan, sehingga upacara bakar batu dilaksanakan dengan maksud damai dan tidak ada dendam di kemudian hari. Begitu pula sama halnya dalam penyambutan tamu agung.

   Proses upacara bakar batu dilaksanakan dengan cara menyiapkan sayur mayur, lauk (seperti daging babi,dll), ubi,singkong,keladi (ini merupakan makanan pokok pegunungan Papua). Persiapan lainnya merupakan, persiapan batu-batu yang nantinya dipanaskan, kayu bakar, kolam/lubang, api, dan daun-daun. Ketika persiapannya sudah selesai (persiapan dilakukan satu hari sebelum acara dilakukan), maka selanjunya siap dilaksanakan bakar batu.

   Awalnya kayu yang sudah di persiapkan harus disusun rapi, ketika kayu sudah rapi maka pada bagian dalamnya di kasi batu sebanyak mungkin sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Sementara api menyala dan memanaskan batu, yang harus dilakukan adalah menggali atau membersihkan kolam yang ada. Ketika kolam sudah jadi dan batu sudah panas, maka pada kolam di kasih rumput sebanyak mungkin sebagai pengalas batu.

   Pada bagian kolam sudah selesai, maka peletakan batu yang sudah panas siap di letakan. Kemudian rumput yang lainya akan menyusul diantara batu-batu yang panas tersebut. Habis diletakan maka, ubi, singkong, dan keladi siap untuk dimasukan, kedalam kolam, disusul dengan rumput sebagai pembatas, di susul lagi batu kemudian rumput lalu daging-daging yang ingin dimasak. Kemudian paling atas di letakan sayur mayur sebagai penutup paling atas. Ketika semua barang yang inigin di masukan sudah selesai maka, kolam tersebut di tutup dengan cara mengikat pinggiran dari pada rumput tersebut,sehingga membentuk kolam tersebut padat.

    Sementara menunggu matangnya makanan tersebut maka para wanita biasanya menyiapkan sambal, sebagai penyempurnaan rasa. Biasanya sambal ada yang di goreng adapula yang mentah nantinya akan di hamburkan pada masakan tersebut. Ketika semuanya sudah selesai maka bakar batu yang berada di kolam tersebut siap di buka dan di keluarkan secara perlahan-lahan. Apabila makanan tersebut sudah di keluarkan maka, siap di bagi lalu di makan bersama .

Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses ini adalah, para ibu-ibu,kaum laki-laki, anak-anak.

Terima kasih banyak ,Tradisi bakar batu di papua pegunungan dalam proses penjelasan singkatnya begitu .





                       Tradisi bakar batu di papua pegunungan
                       Tradition fuels rocks in the mountains of Papua


    FUEL STONE CEREMONY


    A grilled stone ceremony is a traditional ritual Papuan mountain tribes, such as the funeral rites, marriage, peace, and welcome guests supreme. The ceremony is done because there is the death of a family who wants to sit down and eat together with his brothers . While the wedding ceremony, grilled stone done because they want to give food to the Neak nami, and thanksgiving. Peace performed at the peak burn stone. Because I think there may be issues that have not been resolved, so that the fuel stone ceremony held in peace and no revenge at a later date. Similarly, just as in a grand reception.




     The process of combustion stone ceremony conducted in a way to prepare vegetables, side dishes (such as pork, etc.), yams, cassava, taro (this is the staple food of the mountains of Papua). Other preparations are preparations stones will be heated, firewood, pools / pits, fire, and leaves. When preparations are complete (the preparation is done the day before the event is done), then the next stone fuel ready for execution.
Initially wood that has been prepared to be arranged neatly, when wood was in place on the inside at the rocks give as much as possible in accordance with the purposes required. While the fire is lit and heat the rock, which must be done is to dig or clean the existing pool. When the pond was finished and already hot stones, then pond in love on the grass as much as hawker stone.
       At the pond has been completed, the laying of the stone that has been heat set in put. Then would follow other grass between the stones are hot. Expires put it, yams, cassava, and taro are ready to be included, into the pool, followed by grass as a barrier, again after another stone in the grass and then the meat is cooked want. Then put the top on vegetables as the top cover. When all of the items in the input inigin already completed it, the pool is closed in a manner binding on the outskirts of the grass, thus forming the solid pool.
       While waiting for the food matured women usually prepare the sauce, as a sense of refinement. Usually there is a condiment in cooking those that will be in the raw waste in the cuisine. When everything is finished then grilled stone in the pond in the open and at the ready exit slowly. If the food has been issued then, ready at last to eat together.
The parties directly involved in this process is, the mothers, men, children.



Thank you very much, Tradition grilled stone in the mountains of Papua in the process so brief explanation.