Recent

Kamis, 18 Desember 2014

RMW: Contoh Disain Sambungan Wireless


RMW: Contoh Disain Sambungan Wireless

Dalam contoh ini akan kita coba lihat coverage pancaran dari
Digipeater YC1LZ-2
Longitude   6° 43.94" South (atau   6° 45' 31")
Latitude  107° 35.36" East  (atau 107° 36' 01")
Locator   OI33TF27BW
HAAT      1561 meter
Antenna   4 dBi Omni
Power     16 Watt
Lokasi    BNPB Tangkuban Perahu
Jika di perlukan lakukan konversi koordinat GPS menjadi dari
DDD MM.MMM > DD MM SS
menggunakan fasilitas di
http://www.levinecentral.com/ham/grid_square.php

Contents

  Masukan Data Unit

Masukan Data Unit / Station Radio melalui menu / klik
File > Unit Properties
Masukan data unit / radio berikut
Name            YC1LZ-2
Elevation(m)    1561
LAT LON or QRZ 
Longitude   6° 43.94" South (atau   6° 45' 31")
Latitude  107° 35.36" East  (atau 107° 36' 01")
Lock            di klik
Hasilnya akan tampak pada gambar
Masukan Data Unit / Station Radio melalui menu / klik
File > Unit Properties
Masukan data unit / radio berikut
Name            YC1LZ-2
Elevation(m)    1561
LAT LON or QRZ 
Longitude   6° 43.94" South (atau   6° 45' 31")
Latitude  107° 35.36" East  (atau 107° 36' 01")
Lock            di klik
Hasilnya akan tampak pada gambar

 Masukan Data Peta

Langkah selanjutnya masukan Data Peta melalui menu
Files > Map Properties > Enter LAT LON or QRA
Masukan data
OI33TF27BW

Seperti tampak pada gambar
Setelah di klik OK, kemudian pilih
Elevation Data Source > SRTM > Browse > Z:/home/onno/Geodata/srtm3
Atur lebar peta secukupnya. Default 50 km. Kita dapat memperlebar misalnya 300 km.
Height > 300
Jika semua sudah selesai klik
Extract
Semakin lebar peta / wilayah yang ingin di analisa, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk download file SRTM yang dibutuhkan. Untuk frekuensi VHF kita bisa menganalisa untuk jarak 300 km-an jika kita pasang repeater di sebuah Gunung.
Hasilnya adalah sebagai berikut
Setelah Unit YC1LZ-2 di masukan maka kita akan melihat pada peta

 Masukan Data Unit

Selanjutnya masukan data-data untuk beberapa unit yang ingin kita evaluasi, misalnya
YB1ZA    6° 55' 16" S    107° 34' 57" E
YB0Z     6° 14' 31" S    106° 50' 32" E
YC0MLC   6° 10' 06" S    106° 51' 54" E
YB0AZ    6° 13' 16" S    106° 45' 20" E
YB0AA    6° 13' 02" S    106° 50' 06" E

 Masukan Data Network

Selanjutnya kita masukan Network Properties. Klik
Network Properties

Parameters > Net Name > APRS Jawa Barat
Climate > Equatorial
Mode of Variability > Broadcast
Network properties menentukan nama network / jaringan yang akan kita analisa. Dalam kasus ini kita menamakan jaringan tersebut adalah APRS Jawa Barat. Hasilnya akan tampak seperti pada gambar.
Selanjutnya kita perlu memasukan station-station yang masuk dalam network tersebut caranya melalui menu
Membership > contreng semua callsign yang mungkin tersambung
Hasilnya tampak seperti pada gambar,
Selanjutnya kita menyimpan semua data ke data system melalui menu
Systems > VHF > Add to Radiosys.dat
Disini agak tricky, karena kita harus menset antenna untuk masing-masing unit.
Jika sudah klik OK

 Menghitung Radio Coverage

Langkah terakhir dalam perhitungan adalah menghitung Radio Coverage. Ada beberapa fasilitas / menu perhitungan salah satu yang paling sederhana adalah dengan mengklik pada menu,
Tools > Radio Coverage > Single Polar
Hasilnya kita dapat lihat pada gambar berikut,
Kita juga dapat melihat / menghitung untuk sambungan antar station tertentu menggunakan menu
Tools > Radio Link
Contoh hasilnya adalah

 Referensi

 Pranala Menarik