Recent

Selasa, 29 April 2014

Komponen Sistem Informasi


BABII
Komponen Sistem Informasi


Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Karena sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif. Maka dari itu diperlukan suatu komponen-komponen untuk melengkapi sistem informasi seperti pada gambar berikut :
Gambar 2.1 Komponen Sistem Informasi
2.1 Data
Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database). Data dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
  • Data teks atau tulisan yaitu data yang terdiri dari kalimat dan paragraf yang digunakan dalam komunikasi tertulis.
  • Data gambar yaitu data yang berbentuk grafik dan gambar.
  • Data suara (audio) yaitu data yang berbentuk suara manusia atau suara lainnya.
Ciri-ciri data adalah :
  • Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
  • Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
  • Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant).
  • Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
Basis Data atau database merupakan kumpulan file-file yang berisi data yang saling berhubungan dan terorganisir, terpadu, diatur dan disimpan menurut suatu cara tertentu yang memudahkan proses pengambilan kembali.
2.2 Hardware
Hardware termasuk ke dalam salah satu komponen system informasi karena seluruh perangkat dan bahannya berkaitan dengan pengolahan informasi. Hardware umumnya digunakan untuk menggambarkan mesin, alat (devices) dan peralatan (equipment) yang berkaitan dengan pengolahan data. Namun hardware disini ditunjukan untuk menunjukkan fungsi penyiapan data, input data, perhitungan, penyimpanan dan menampilkan keluaran (output). Komponen hardware terdiri atas :
  • CPU (Central Unit Processing)
CPU merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk memproses data dan mengendalikan komponen lainnya dalam sistem komputer. CPU ini terdiri dari ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.
  • Storage Unit (Unit Penyimpanan)
Storage Unit merupakan komponen yang memiliki fungsi utama sebagai media penyimpanan data baik yang bersifat temporer ataupun permanen seperti RAM, Hardisk, Disket, CD.


  • Input Devices (Perangkat Masukkan)
Input Devices merupakan suatu komponen untuk memasukkan data dan merubah data untuk diproses seperti keyboard, mouse, bar code dan scanner.
  • Output Devices (Perangkat Keluaran)
Output Devices berfungsi untuk menampilkan data dalam bentuk yang dipahami user (pengguna) seperti speaker, printer dan monitor.
  • Telecomunication Devices (Perangkat Telekomunikasi)
Telecomunication Devices berfungsi untuk mengendalikan peralihan informasi, menghubungkan berbagai unit komputer dalam suatu jaringan seperti LAN Card dan modem.
2.3 Software
Software termasuk pula kedalam komponen system informasi. Sama halnya dengan hardware, seluruh perangkat dari software termasuk ke dalam perintah pengolahan informasi yang memiliki arti sekumpulan instruksi untuk mengendalikan operasi dari sistem komputer untuk pemrosesan yang digunakan untuk mengelola sumber daya computer. Fungsi dari software yaitu mengelola sumber daya computer, menyediakan sarana bagi pengguna untuk memanfaatkan sumber daya tersebut, dan sebagai perantara antara informasi yang disimpan dengan penggunanya (individu/organisasi).
Secara umum, software dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya :
  • Sistem Software : Suatu program umum yang mengelola sumber daya komputer dan mengendalikan akses pada hardware. Sistem Komputer sering disebut juga sebagai Operating Sistem yang berfungsi mengendalikan dan mendukung system operasi computer seperti Windows, Linux, UNIX, Ms DOS.
  • Application Software :Program yang di disain untuk meningkatkan kinerja user (pengguna) seperti aplikasi untuk mengolah data ( Ms. Word, Open Office, dsb).
  • Programming software : Pengoperasian perintah untuk orang-orang yang akan menggunakan sebuah system informasi atau sebuah perangkat lunak seperti Java, Visual Basic, Oracle, Macromedia Flash, Delphi dsb.
2.4 Komunikasi data
Komunikasi data adalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media yang dikirimkan melalui media komunikasi data.
2.4.1 Tujuan Komunikasi Data
Tujuan dibuatnya suatu komunikasi data adalah sebagai berikut :
  • Memungkinkan pengiriman data dengan jumlah yang sangat besar secara efisien dari suatu tempat ke tempat lainnya.
  • Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan alat pendukung lainnya dengan jarak jauh.
  • Mempercepat penyebarluasan informasi.
  • Mempermudah pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam suatu sistem komputer.
2.4.2 Komponen Komunikasi Data
Saat proses komunikasi data dilakukan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, ada beberapa unsur yang harus digunakan untuk menjalankan suatu proses tersebut seperti :
  • Pengirim : Alat yang digunakan untuk mengirimkan data yang akan dikirimkan.
  • Penerima : Alat yang menerima informasi yang dikirimkan.
  • Data : Informasi yang akan dikirimkan atau dipindahkan.
  • Media Pengiriman : Saluran tempat informasi tersebut disalurkan ke tempat tujuan. Media yang digunakan dapat berupa kabel, udara, cahaya dan sebagainya.
  • Protokol : Aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.
Protokol
Data Data
Media Penghantar
Sumber/Pengirim Penerima
Gambar 2.2 Komunikasi Data
2.4.3 Jaringan Komunikasi Data
Jaringan komunikasi data atau yang lebih dikenal dengan jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain menggunakan protokol dan media transmisi tertentu. Komunikasi data diklasifikasikan menjadi beberapa, diantaranya :
  • LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor dan tempat lainnya dengan ukuran yang kecil.
  • WAN (Wide Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan LAN, seperti jaringan komputer antar wilayah, kota, bahkan Negara. Jaringan ini membutuhkan router dan jaringan public untuk menghubungkankedua jaringan yang akan dihubungkan.
Untuk menggunakan jaringan ini, dibutuhkan suatu topologi jaringan. Topologi jaringan ini merupakan suatu cara untuk menghubungkan komputer dalam suatu jaringan. Model dari topologi jaringan ini diantaranya :
  • Topologi Star
Topologi Star adalah Suatu topologi yang berbentuk Star atau bintang. Pada topologi ini terdapat suatu central node yang berfungsi sebagai pengatur arus informasi dan penanggung jawab komunikasi dalam suatu jaringan. Fungsi dari central node ini adalah sebagai penghantar antar jaringan jika ingin dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Titik sentral ini dikenal dengan sebutan hub atau switch. Hub atau switch ini berfungsi sebagai server sedangkan semua komputer (atau perangkat jaringan lainnya) yang terkoneksi dengannya bertindak sebagai client. Dalam membuat topologi ini, penyusunan perangkat tidak harus membentuk pola bintang, yang penting semua node harus terhubung ke hub atau swtich. Semua sinyal dalam jaringan akan melewati hub atau switch dan hub akan bertindak sebagai repeater yang akan meneruskan sinyal ke komputer yang dituju. Topologi jenis ini adalah topologi yang mudah untuk di desain dan diimplementasikan, Anda juga dapat dengan mudah menambahkan node kedalam jaringan yang sudah ada.




Gambar 2.3 Topologi Star
Selain mudah dalam pemasangan, topologi jenis ini memiliki kelebihan seperti memiliki performa yang lebih baik, mudah melacak adanya kesalahan pada perangkat. jika terdapat kesalahan pada salah satu perangkat maka kesalahan tersebut dapat diisolasi tanpa menggangu keseluruhan jaringan, mudah untuk instalasi perangkat baru, mudah untuk menganalisa trafik dan perilaku yang mencurigakan dalam jaringan serta instalasi dan konfigurasi sangat mudah. Namun topologi star ini juga memiliki kekurangan yaitu sangat bergantung pada hub/switch yang akan berakibat pada matinya seluruh jaringan.
  • Topologi Bus
Topologi Bus adalah Suatu topologi dimana clients terhubung kepada satu jalur komunikasi yang berupa kabel. Implementasi dari topologi jenis ini adalah motherboard pada komputer anda.













Gambar2.4 Topologi Bus
Jenis topologi jaringan BUS adalah cara yang paling mudah untuk menghubungkan beberapa client (setidaknya lebih dari 2 titik). Topologi BUS menyediakan satu saluran komunikasi untuk semua client yang terhubung namun hal inilah yang menjadi kelemahan dari topologi ini, Topologi jenis ini tidak dapat melayani transmisi data dari 2 client atau lebih secara bersamaan. Jadi jika terdapat 2 client yang ingin melakukan transmisi data secara bersamaan maka salah satunya yang didahulukan sedangkan yang lainnya harus menunggu.
Untuk itulah topologi jaringan tipe ini sangat bergantung pada jumlah client yang terdapat pada sebuah jaringan. Semakin banyak jumlah client yang terhubung dalam topologi ini, maka akan semakin lambat kinerja jaringan yang bersangkutan karena semakin banyaknya antrian.
Dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi bus ini, setiap client/node terhubung oleh kabel tunggal. Setiap komputer atau server terhubung oleh sinyal-sinyal yang dikirim oleh komputer yang terhubung dalam jaringan BUS ini akan terus dialirkan dari satu ujung keujung lainnya dan akan berbalik arah jika telah sampai di ujung kabel BUS. sinyal ini terus mengalir sehingga akan mengganggu komputer lain untuk mengirimkan data. Keuntungan topologi jaringan BUS adalah instalasi mudah dan memiliki biaya pemasangan yang lebih murah dibanding jenis topologi yang lainnya karena hanya membutuhkan kabel tunggal untuk transmisi data. Sedangkan kekurangan topologi BUS adalah rekonfigurasi, isolasi kesalahan, dan instalasi perangkat baru sangat sulit untuk dilakukan karena  topologi BUS di rancang untuk efektifitas perangkat yang sudah ada sejak awal, semakin panjang kabel BUS maka kekuatan sinyal yang di transmisi akan semakin berkurang serta kesalahan pada kabel komunikasi BUS akan berakibat semua jaringan akan down, kabel topologi BUS memiliki biaya perawatan dan manajemen yang tinggi.
  • Topologi Ring
Topologi Ring atau lebih banyak dikenal dengan sebutan topologi cincin adalah suatu topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya hingga membentuk cincin.












BABII
Komponen Sistem Informasi


Banyak aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Karena sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif. Maka dari itu diperlukan suatu komponen-komponen untuk melengkapi sistem informasi seperti pada gambar berikut :










Gambar 2.1 Komponen Sistem Informasi
2.1 Data
Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database). Data dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
  • Data teks atau tulisan yaitu data yang terdiri dari kalimat dan paragraf yang digunakan dalam komunikasi tertulis.
  • Data gambar yaitu data yang berbentuk grafik dan gambar.
  • Data suara (audio) yaitu data yang berbentuk suara manusia atau suara lainnya.
Ciri-ciri data adalah :
  • Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
  • Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
  • Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant).
  • Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
Basis Data atau database merupakan kumpulan file-file yang berisi data yang saling berhubungan dan terorganisir, terpadu, diatur dan disimpan menurut suatu cara tertentu yang memudahkan proses pengambilan kembali.
2.2 Hardware
Hardware termasuk ke dalam salah satu komponen system informasi karena seluruh perangkat dan bahannya berkaitan dengan pengolahan informasi. Hardware umumnya digunakan untuk menggambarkan mesin, alat (devices) dan peralatan (equipment) yang berkaitan dengan pengolahan data. Namun hardware disini ditunjukan untuk menunjukkan fungsi penyiapan data, input data, perhitungan, penyimpanan dan menampilkan keluaran (output). Komponen hardware terdiri atas :
  • CPU (Central Unit Processing)
CPU merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk memproses data dan mengendalikan komponen lainnya dalam sistem komputer. CPU ini terdiri dari ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.
  • Storage Unit (Unit Penyimpanan)
Storage Unit merupakan komponen yang memiliki fungsi utama sebagai media penyimpanan data baik yang bersifat temporer ataupun permanen seperti RAM, Hardisk, Disket, CD.


  • Input Devices (Perangkat Masukkan)
Input Devices merupakan suatu komponen untuk memasukkan data dan merubah data untuk diproses seperti keyboard, mouse, bar code dan scanner.
  • Output Devices (Perangkat Keluaran)
Output Devices berfungsi untuk menampilkan data dalam bentuk yang dipahami user (pengguna) seperti speaker, printer dan monitor.
  • Telecomunication Devices (Perangkat Telekomunikasi)
Telecomunication Devices berfungsi untuk mengendalikan peralihan informasi, menghubungkan berbagai unit komputer dalam suatu jaringan seperti LAN Card dan modem.
2.3 Software
Software termasuk pula kedalam komponen system informasi. Sama halnya dengan hardware, seluruh perangkat dari software termasuk ke dalam perintah pengolahan informasi yang memiliki arti sekumpulan instruksi untuk mengendalikan operasi dari sistem komputer untuk pemrosesan yang digunakan untuk mengelola sumber daya computer. Fungsi dari software yaitu mengelola sumber daya computer, menyediakan sarana bagi pengguna untuk memanfaatkan sumber daya tersebut, dan sebagai perantara antara informasi yang disimpan dengan penggunanya (individu/organisasi).
Secara umum, software dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya :
  • Sistem Software : Suatu program umum yang mengelola sumber daya komputer dan mengendalikan akses pada hardware. Sistem Komputer sering disebut juga sebagai Operating Sistem yang berfungsi mengendalikan dan mendukung system operasi computer seperti Windows, Linux, UNIX, Ms DOS.
  • Application Software :Program yang di disain untuk meningkatkan kinerja user (pengguna) seperti aplikasi untuk mengolah data ( Ms. Word, Open Office, dsb).
  • Programming software : Pengoperasian perintah untuk orang-orang yang akan menggunakan sebuah system informasi atau sebuah perangkat lunak seperti Java, Visual Basic, Oracle, Macromedia Flash, Delphi dsb.
2.4 Komunikasi data
Komunikasi data adalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media yang dikirimkan melalui media komunikasi data.
2.4.1 Tujuan Komunikasi Data
Tujuan dibuatnya suatu komunikasi data adalah sebagai berikut :
  • Memungkinkan pengiriman data dengan jumlah yang sangat besar secara efisien dari suatu tempat ke tempat lainnya.
  • Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan alat pendukung lainnya dengan jarak jauh.
  • Mempercepat penyebarluasan informasi.
  • Mempermudah pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam suatu sistem komputer.
2.4.2 Komponen Komunikasi Data
Saat proses komunikasi data dilakukan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, ada beberapa unsur yang harus digunakan untuk menjalankan suatu proses tersebut seperti :
  • Pengirim : Alat yang digunakan untuk mengirimkan data yang akan dikirimkan.
  • Penerima : Alat yang menerima informasi yang dikirimkan.
  • Data : Informasi yang akan dikirimkan atau dipindahkan.
  • Media Pengiriman : Saluran tempat informasi tersebut disalurkan ke tempat tujuan. Media yang digunakan dapat berupa kabel, udara, cahaya dan sebagainya.
  • Protokol : Aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.
Protokol
Data Data
Media Penghantar
Sumber/Pengirim Penerima
Gambar 2.2 Komunikasi Data
2.4.3 Jaringan Komunikasi Data
Jaringan komunikasi data atau yang lebih dikenal dengan jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain menggunakan protokol dan media transmisi tertentu. Komunikasi data diklasifikasikan menjadi beberapa, diantaranya :
  • LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor dan tempat lainnya dengan ukuran yang kecil.
  • WAN (Wide Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan LAN, seperti jaringan komputer antar wilayah, kota, bahkan Negara. Jaringan ini membutuhkan router dan jaringan public untuk menghubungkankedua jaringan yang akan dihubungkan.
Untuk menggunakan jaringan ini, dibutuhkan suatu topologi jaringan. Topologi jaringan ini merupakan suatu cara untuk menghubungkan komputer dalam suatu jaringan. Model dari topologi jaringan ini diantaranya :
  • Topologi Star
Topologi Star adalah Suatu topologi yang berbentuk Star atau bintang. Pada topologi ini terdapat suatu central node yang berfungsi sebagai pengatur arus informasi dan penanggung jawab komunikasi dalam suatu jaringan. Fungsi dari central node ini adalah sebagai penghantar antar jaringan jika ingin dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Titik sentral ini dikenal dengan sebutan hub atau switch. Hub atau switch ini berfungsi sebagai server sedangkan semua komputer (atau perangkat jaringan lainnya) yang terkoneksi dengannya bertindak sebagai client. Dalam membuat topologi ini, penyusunan perangkat tidak harus membentuk pola bintang, yang penting semua node harus terhubung ke hub atau swtich. Semua sinyal dalam jaringan akan melewati hub atau switch dan hub akan bertindak sebagai repeater yang akan meneruskan sinyal ke komputer yang dituju. Topologi jenis ini adalah topologi yang mudah untuk di desain dan diimplementasikan, Anda juga dapat dengan mudah menambahkan node kedalam jaringan yang sudah ada.




Gambar 2.3 Topologi Star
Selain mudah dalam pemasangan, topologi jenis ini memiliki kelebihan seperti memiliki performa yang lebih baik, mudah melacak adanya kesalahan pada perangkat. jika terdapat kesalahan pada salah satu perangkat maka kesalahan tersebut dapat diisolasi tanpa menggangu keseluruhan jaringan, mudah untuk instalasi perangkat baru, mudah untuk menganalisa trafik dan perilaku yang mencurigakan dalam jaringan serta instalasi dan konfigurasi sangat mudah. Namun topologi star ini juga memiliki kekurangan yaitu sangat bergantung pada hub/switch yang akan berakibat pada matinya seluruh jaringan.
  • Topologi Bus
Topologi Bus adalah Suatu topologi dimana clients terhubung kepada satu jalur komunikasi yang berupa kabel. Implementasi dari topologi jenis ini adalah motherboard pada komputer anda




Gambar2.4 Topologi Bus
Jenis topologi jaringan BUS adalah cara yang paling mudah untuk menghubungkan beberapa client (setidaknya lebih dari 2 titik). Topologi BUS menyediakan satu saluran komunikasi untuk semua client yang terhubung namun hal inilah yang menjadi kelemahan dari topologi ini, Topologi jenis ini tidak dapat melayani transmisi data dari 2 client atau lebih secara bersamaan. Jadi jika terdapat 2 client yang ingin melakukan transmisi data secara bersamaan maka salah satunya yang didahulukan sedangkan yang lainnya harus menunggu.
Untuk itulah topologi jaringan tipe ini sangat bergantung pada jumlah client yang terdapat pada sebuah jaringan. Semakin banyak jumlah client yang terhubung dalam topologi ini, maka akan semakin lambat kinerja jaringan yang bersangkutan karena semakin banyaknya antrian.
Dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi bus ini, setiap client/node terhubung oleh kabel tunggal. Setiap komputer atau server terhubung oleh sinyal-sinyal yang dikirim oleh komputer yang terhubung dalam jaringan BUS ini akan terus dialirkan dari satu ujung keujung lainnya dan akan berbalik arah jika telah sampai di ujung kabel BUS. sinyal ini terus mengalir sehingga akan mengganggu komputer lain untuk mengirimkan data. Keuntungan topologi jaringan BUS adalah instalasi mudah dan memiliki biaya pemasangan yang lebih murah dibanding jenis topologi yang lainnya karena hanya membutuhkan kabel tunggal untuk transmisi data. Sedangkan kekurangan topologi BUS adalah rekonfigurasi, isolasi kesalahan, dan instalasi perangkat baru sangat sulit untuk dilakukan karena  topologi BUS di rancang untuk efektifitas perangkat yang sudah ada sejak awal, semakin panjang kabel BUS maka kekuatan sinyal yang di transmisi akan semakin berkurang serta kesalahan pada kabel komunikasi BUS akan berakibat semua jaringan akan down, kabel topologi BUS memiliki biaya perawatan dan manajemen yang tinggi.
  • Topologi Ring
Topologi Ring atau lebih banyak dikenal dengan sebutan topologi cincin adalah suatu topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya hingga membentuk cincin.














Gambar 2.5 Topologi Ring
Jaringan yang menggunakan topologi ring sangat bergantung pada kemampuan sinyal untuk melakukan perjalanan disepanjang lingkaran. Keuntungan topologi jaringan tipe ring adalah mudah dibuat dan rapi, performa lebih baik ketimbang bus bahkan pada transfer data yang berat sekalipun, tidak membutuhkan central node untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer yang lainnya. Kekurangan topologi jaringan tipe ring adalah kesalahan pada satu perangkat akan mengganggu kinerja keseluruhan jaringan, memindahkan, mengubah atau mengganti salah satu perangkat akan berpengaruh terhadap seluruh jaringan, lebih sulit untuk melakukan konfigurasi ketimbang tipe star, dan kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah node/perangkat yang terinstall pada jaringan.
  • Topologi Tree
Topologi Tree atau pohon adalah suatu topologi yang terbentuk dari gabungan topologi bus dengan topologi star dan terbentuk dari beberapa tingkatan suatu node. Node atau perangkat yang berada dalam level utama (hierarki utama) terhubung secara point to point dengan node atau perangkat yang berada dalam level sekunder (level dibawahnya). Node sekunder, selain terhubung dengan node utama juga terhubung dengan node dengan level yang dibawahnya (menggunakan koneksi point to point). Dalam topologi tree , node atau perangkat utama yang berada pada level paling atas hanyalah satu-satunya level dimana tidak ada level lagi diatasnya. Maka dari itu level ini disebut juga dengan level root central. Kelebihan topologi tree adalah level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah selain itu koneksi terjadi secara point to point dan manajemennya mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan. Sedangkan kekurangannya adalah sulit untuk melakukan perawatan jaringan pada area yang luas, karena topologi ini adalah varian dari topologi bus maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data rusak maka seluruh jaringan akan down).












Gambar 2.6 Topologi Tree
  • Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah Suatu topologi yang semua perangkatnya terhubung satu sama lain, ada 2 tipe yang dikenal dalam topologi jenis ini yaitu full connected dan partial connected. pada tipe full connected semua perangkat/node dalam sebuah jaringan saling terhubung satu sama lain. sedangkan pada partial connected hanya beberapa berangkat saja yang saling berhubungan.







Gambar 2.7 Topologi Mesh
Dalam topologi jenis ini masing-masing node tidak hanya berfungsi sebagai penerima data bagi dirinya sendiri tapi juga sebagai penyedia data bagi perangkat atau node yang lain. Topologi jaringan jenis ini dapat di rancang menggunakan teknik flooding atau bisa juga dengan teknik routing. Ketika menggunakan teknik routing sinyal data menyebar diseluruh jalur jaringan, “melompat” dari satu node ke node yang lain sehingga menemukan perangkat yang dituju untuk memastikan seluruh jalur jaringan bisa diakses. Kelebihan topologi mesh konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point sehingga proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dapat dilakukan dengan mudah, privasi dan kemanan sangat terjaga karena data di hantarkan melalui jalur dedicated dan jika terdapat ganguan diantara 2 jalur maka hanya jalur yang bersangkutan yang akan terkena imbasnya sedangkan jaringan secara keseluruhan tidak terpengaruh. Untuk kekurangan topologi mesh biaya mahal karena banyak kabel yang dibutuhkan dan instalasi lebih rumit dan ruang yang dibutuhkan lebih besar.
2.4.4 Protokol Komunikasi Data
Protokol adalah suatu aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer didalam sebuah jaringan. Protokol memiliki fungsi yaitu untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar.
Standar protokol yang paling dikenal adalah OSI (Open Sistem Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO(International Standart Organization). Protokol OSI terdiri dari 7 layer (lapisan) yang setiap layernya terdiri dari sejumlah protokol yang berbeda dan masing-masing menyediakan pelayanan yang berbeda pula sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah penjabaran dari 7 layer tersebut :
  1. Application Layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTPFTPSMTP, danNFS.
  2. Presentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protokol (RDP)).
  3. Session Layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
  4. Transport Layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
  5. Network Layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
  6. Data Link Layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hubbridgerepeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
  7. Physical Layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.4.5 Router, Bridge, dan Repeater
  • Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu, router mirip dengan bridge, namun router lebih “cerdas” dibandingkan dengan bridge. Router bekerja dengan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan kemana dan bagaimana paket dikirimkan.








Gambar 2.8 Router
  • Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Bridge lebih fleksibel dibandingkan dengan repeater karena bridge mampu menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi.









Gambar 2.9 Bridge
  • Repeater merupakan perangkat yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim kembali sinyal tersebut ke tempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh.












Gambar 2.10 Repeater

2.4.6 Perbedaan Sinyal Digital dan sinyal Analog.
  • Sinyal Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.







Gambar 2.11 Sinyal Digital
  • Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise.
Gambar 2.12 Sinyal Analog




Gambar 2.5 Topologi Ring
Jaringan yang menggunakan topologi ring sangat bergantung pada kemampuan sinyal untuk melakukan perjalanan disepanjang lingkaran. Keuntungan topologi jaringan tipe ring adalah mudah dibuat dan rapi, performa lebih baik ketimbang bus bahkan pada transfer data yang berat sekalipun, tidak membutuhkan central node untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer yang lainnya. Kekurangan topologi jaringan tipe ring adalah kesalahan pada satu perangkat akan mengganggu kinerja keseluruhan jaringan, memindahkan, mengubah atau mengganti salah satu perangkat akan berpengaruh terhadap seluruh jaringan, lebih sulit untuk melakukan konfigurasi ketimbang tipe star, dan kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah node/perangkat yang terinstall pada jaringan.
  • Topologi Tree
Topologi Tree atau pohon adalah suatu topologi yang terbentuk dari gabungan topologi bus dengan topologi star dan terbentuk dari beberapa tingkatan suatu node. Node atau perangkat yang berada dalam level utama (hierarki utama) terhubung secara point to point dengan node atau perangkat yang berada dalam level sekunder (level dibawahnya). Node sekunder, selain terhubung dengan node utama juga terhubung dengan node dengan level yang dibawahnya (menggunakan koneksi point to point). Dalam topologi tree , node atau perangkat utama yang berada pada level paling atas hanyalah satu-satunya level dimana tidak ada level lagi diatasnya. Maka dari itu level ini disebut juga dengan level root central. Kelebihan topologi tree adalah level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah selain itu koneksi terjadi secara point to point dan manajemennya mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan. Sedangkan kekurangannya adalah sulit untuk melakukan perawatan jaringan pada area yang luas, karena topologi ini adalah varian dari topologi bus maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data rusak maka seluruh jaringan akan down).












Gambar 2.6 Topologi Tree
  • Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah Suatu topologi yang semua perangkatnya terhubung satu sama lain, ada 2 tipe yang dikenal dalam topologi jenis ini yaitu full connected dan partial connected. pada tipe full connected semua perangkat/node dalam sebuah jaringan saling terhubung satu sama lain. sedangkan pada partial connected hanya beberapa berangkat saja yang saling berhubungan.







Gambar 2.7 Topologi Mesh
Dalam topologi jenis ini masing-masing node tidak hanya berfungsi sebagai penerima data bagi dirinya sendiri tapi juga sebagai penyedia data bagi perangkat atau node yang lain. Topologi jaringan jenis ini dapat di rancang menggunakan teknik flooding atau bisa juga dengan teknik routing. Ketika menggunakan teknik routing sinyal data menyebar diseluruh jalur jaringan, “melompat” dari satu node ke node yang lain sehingga menemukan perangkat yang dituju untuk memastikan seluruh jalur jaringan bisa diakses. Kelebihan topologi mesh konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point sehingga proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dapat dilakukan dengan mudah, privasi dan kemanan sangat terjaga karena data di hantarkan melalui jalur dedicated dan jika terdapat ganguan diantara 2 jalur maka hanya jalur yang bersangkutan yang akan terkena imbasnya sedangkan jaringan secara keseluruhan tidak terpengaruh. Untuk kekurangan topologi mesh biaya mahal karena banyak kabel yang dibutuhkan dan instalasi lebih rumit dan ruang yang dibutuhkan lebih besar.
2.4.4 Protokol Komunikasi Data
Protokol adalah suatu aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer didalam sebuah jaringan. Protokol memiliki fungsi yaitu untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar.
Standar protokol yang paling dikenal adalah OSI (Open Sistem Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO(International Standart Organization). Protokol OSI terdiri dari 7 layer (lapisan) yang setiap layernya terdiri dari sejumlah protokol yang berbeda dan masing-masing menyediakan pelayanan yang berbeda pula sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah penjabaran dari 7 layer tersebut :
  1. Application Layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTPFTPSMTP, danNFS.
  2. Presentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protokol (RDP)).
  3. Session Layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
  4. Transport Layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
  5. Network Layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
  6. Data Link Layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hubbridgerepeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
  7. Physical Layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.4.5 Router, Bridge, dan Repeater
  • Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu, router mirip dengan bridge, namun router lebih “cerdas” dibandingkan dengan bridge. Router bekerja dengan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan kemana dan bagaimana paket dikirimkan.








Gambar 2.8 Router
  • Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Bridge lebih fleksibel dibandingkan dengan repeater karena bridge mampu menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi.









Gambar 2.9 Bridge
  • Repeater merupakan perangkat yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim kembali sinyal tersebut ke tempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh.












Gambar 2.10 Repeater

2.4.6 Perbedaan Sinyal Digital dan sinyal Analog.
  • Sinyal Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.







Gambar 2.11 Sinyal Digital
  • Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise.
Gambar 2.12 Sinyal Analog