Recent

Senin, 28 April 2014

Sistem Informasi

         BAB I

 Sistem Informasi












Pada dunia usaha yang semakin kompetitif, keunggulan sekecil apapun dari usaha tersebut akaan sangat mempengaruhi posisi suatu perusahaan untuk jangka yang lebih panjang. Seperti apotek yang terlalu lama mencari jenis obat serta stok obat yang tersedia saat dibutuhkan pembeli, maka apotek tersebut akan ditinggalkan begitu saja oleh para pembeli karena prosesnya yang sangat lama.
Dengan adanya system informasi, maka proses diatas akan dapat dilakukan dengan sangat mudah. Terutama dengan adanya dukungan teknologi seperti akhir-akhir ini, maka bias menjadi suatu keunggulan tersendiri bagi suatu perusahaan.
Pada bab ini, akan dibahas mengenai arti dari sistem informasi dan teknik untuk mengembangkan sistem informasi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang dapat mendorong keunggulan dari berbagai fungsinya.
    1. Definisi Sistem Informasi
Sebelum anda memulai untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem informasi, tentunya anda harus mengenal dulu apa yang dinamakan dengan sistem informasi. Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu Sistema dan bahasa Yunani yaitu Sustema, berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen atau elemen-elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi. Secara umum pengertian sistem adalah kumpulan dari subsistem/bagian/komponenapapun baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan.
Menurut Scott (1996), system terdiri dari unsur-unsur seperti input (masukkan), processing (proses/pengolahan), dan output (keluaran).
Gambar 1.1 Model Sistem
Gambar diatas menunjukkan bahwa system atau pendekatan system minimal harus mempunyai empat komponen seperti yang telah disebutkan yaitu input (masukkan), processing (proses/pengolahan), output (keluaran) dan control (control/balikkan).
Dari konsep yang telah dijelaskan diatas, masih banyak konsep system dengan deskripsi yang berbeda namun hamper sama dengan konsep dasar system umumnya seperti yang dijelaskan secara singkat oleh Schronderberg (1971) Dan Suradinata (1996) bahwa system itu adalah suatu komponen yang saling berhubungan antara satu sama lain, memiliki input dan output yang dibutuhkan untuk oleh system lainnya, memiliki tujuan yang sama meskipun mulainya berbeda, terdapat proses yang mengubah input menjadi output, memiliki aturan dan subsistem yang lebih kecil.
Sedangkan Informasi adalah hasil pengolahan data yang berarti dan bermanfaat. Informasi tidak dapat terlepas dari aspek kehidupan manusia. Karena dengan adanya informasi segala aktivitas dalam kehidupan manusia lebih mudah untuk dilakukan.
Maka dari itu pengertian Sistem Informasi adalah kumpulan dari subsistem apapun baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna.
Sedangkan menurut para ahli pengertian sistem informasi adalah sebagai berikut:
Menurut Laudon, Sistem Informasi adalah komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas di dalam perusahaan.
Menurut McKeown, Sistem Informasi adalah gabungan dari komputer dan pengguna yang mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut.
Menurut Alter (1992), Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut Bodnar dan Hopwood (1993), Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
Menurut Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990), Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai.
Menurut Hall (2001), Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
Menurut Turban, McLean, dan Wetherbe (1999), Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
Menurut Wilkinson (1992), Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Dengan demikian, berdasarkan konsep input, process dan output system informasi dapat dilihat sebagai berikut :
Gambar 1.2 Konsep Sistem Informasi
    1. Fungsi Sistem Informasi
Untuk mengingat yang lalu, sistem informasi berfungsi untuk menyimpan data histori sebagai rekaman apa yang terjadi dan untuk memfasilitasi beberapa analisis. Sedangkan untuk mengatasi keadaan saat ini, sistem informasi berfungsi merekam berbagai transaksi dan otomasi berbagai proses transaksi dan untuk persiapan ke depan, sistem informasi menyediakan informasi untuk memfasilitasi berbagai proses pengambilan keputusan dan perencanaan.




  • Ada beberapa fungsi dari Sistem Informasi, diantaranya :
  • Fungsi untuk Organisasi : Untuk megolah proses transaksi suatu perusahaan dan sebagai salah satu produk pelayanan suatu perusahaan untuk menghasilkan suatu pendapatan atau mengurangi biaya pendapatan.
  • Fungsi untuk Perusahaan : Sebagai alat yang digunakan untuk pengecekan ketersediaan barang agar terciptanya persediaan yang konsisten sehingga dapat terkendali.
    1. Pihak yang Terlibat
Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi adalah :
  • Sistem Analyst
Sistem analyst merupakan orang bekerja dengan pemakai, dalam mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem yang lama atau yang ada sekarang.
  • Database Administrator
Database Administrator merupakan orang yang mengelola database, bekerja sama dengan pemakai dan sistem analyst dalam menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan data yang diperlukan.
  • Network Specialist
Network Specialist merupakan orang memiliki kemempuan ahli dalam bidang jaringan, bekerja dengan sistem analis dan pemakai dalam suatu jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputer yang tersebar.
  • Programmer
Programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh sistem analist untuk membuat kode-kode instruksi yang menjadikan komputer dapat mengubah data menjadi informasi yang diperlukan pemakai.
  • Operator
Operator merupakan orang yang bertugas mengoperasikan komputer berskala besar, memantau layar komputer, mengatur pencetakan dokumen dsb.
  • Pemakai akhir (end user)
Pemakai akhir atau sering disebut klien ini adalah orang yg memakai SI / informasi yg dihasilkan oleh sistem informasi (seperti staf, manajer operasional, manajer taktik, manajer strategis).




  • Spesialis IT
Orang yg bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi & pengembangan SI, umumnya bagian/departemen ini diberi nama PDE (Pengolahan Data Elektronik) seperti Analis sistem, pemrogram sistem, dan administrator basis data.
    1. Penggunaan Sistem Informasi
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan Sistem Informasi semakin marak digunakan.Hal ini dikarenakan dengan adanya perkembangan teknologi baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun bidang lainnya. Berikut penggunaan sistem informasi dalam kehidupan :
  • Dalam bidang Pendidikan
Jika sistem informasi diterapkan di dunia pendidikan, maka akan terjalin suatu hubungan yang menghasilkan dampak positif bagi dunia pendidikan itu sendiri seperti adanya perpustakaan elektronik atau yang lebih dikenal dengan e-library yang berfungsi untuk membantu para siswa untuk mencari bahan pelajaran dengan mudah.
  • Dalam bidang Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, sistem informasi dapat diterapkan juga seperti halnya yang terdapat didalam bidang kesehatan yaitu dengan adanya kartu sehat elektronik yang berfungsi untuk mendata pasien serta mencatat riwayat penyakit pasien agar tidak dicatat secara manual.
  • Dalam bidang Perbankan
Didalam bidang bidang perbankan, sistem informasi ini sudah banyak digunakan dan dikembangkan seperti e-banking. Dengan adanya sistem informasi berupa e-banking ini, lebih memudahkan customer untuk melakukan transaksi berupa transfer ataupun pengecekan keuangan.
Selain itu ada pun sistem informasi Biro Kredit Nasional seperti yang dibuat oleh Bank Indonesia. Sistem informasi ini dibuat untuk mengantisipasi resiko kredit yang mungkin muncul apabila salah seorang debitur mengajukan pinjaman di salah satu bank padahal pinjaman di bank lain belum lunas.
  • Dalam bidang Perusahaan
Sistem Informasi memiliki peran dalam mengurangi pengeluaran perusahaan. Dengan penggunaan Sistem Informasi, perusahaan dapat menekan cost (biaya) untuk pengadaan kertas/buku, sampai mempersingkat waktu. Penggunaan sistem informasi tentunya juga membuat praktis proses-proses di dalam organisasi baik dalam segi keuangan, manajemen stok barang, pembayaran pegawai dan lain-lain. Mungkin sebuah perusahaan akan melakukan pengeluaran yang besar dalam pengadaan alat-alat untuk mendukung Sistem Informasi tersebut. Namun manfaat yang didapatkan sangat besar untuk sebuah organisasi yang akan dicapai dalam beberapa waktu ke depan.


  • Dalam bidang Bisnis
Dalam dunia bisnis yang sangat erat kaitannya dengan transaksi jual-beli, pemanfaatan Sistem Informasi dapat dimanfaatkan pula untuk sarana perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, enjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisiwww, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-Commerce merupakan bagian dari E-Business, dimana cakupan E-Business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.