BAB
I
Sistem
Informasi
Pada
dunia usaha yang semakin kompetitif, keunggulan sekecil apapun dari
usaha tersebut akaan sangat mempengaruhi posisi suatu perusahaan
untuk jangka yang lebih panjang. Seperti apotek yang terlalu lama
mencari jenis obat serta stok obat yang tersedia saat dibutuhkan
pembeli, maka apotek tersebut akan ditinggalkan begitu saja oleh para
pembeli karena prosesnya yang sangat lama.
Dengan
adanya system informasi, maka proses diatas akan dapat dilakukan
dengan sangat mudah. Terutama dengan adanya dukungan teknologi
seperti akhir-akhir ini, maka bias menjadi suatu keunggulan
tersendiri bagi suatu perusahaan.
Pada
bab ini, akan dibahas mengenai arti dari sistem informasi dan teknik
untuk mengembangkan sistem informasi dengan tujuan untuk menghasilkan
suatu sistem informasi yang dapat mendorong keunggulan dari berbagai
fungsinya.
- Definisi Sistem Informasi
Sebelum
anda memulai untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem informasi,
tentunya anda harus mengenal dulu apa yang dinamakan dengan sistem
informasi. Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu Sistema
dan bahasa Yunani yaitu Sustema,
berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen atau
elemen-elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi. Secara umum pengertian sistem adalah kumpulan dari
subsistem/bagian/komponenapapun baik fisik maupun nonfisik yang
saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis
untuk mencapai satu tujuan.
Menurut
Scott (1996), system terdiri dari unsur-unsur seperti input
(masukkan), processing (proses/pengolahan), dan output (keluaran).
Gambar
1.1 Model Sistem
Gambar
diatas menunjukkan bahwa system atau pendekatan system minimal harus
mempunyai empat komponen seperti yang telah disebutkan yaitu input
(masukkan), processing (proses/pengolahan), output (keluaran) dan
control (control/balikkan).
Dari
konsep yang telah dijelaskan diatas, masih banyak konsep system
dengan deskripsi yang berbeda namun hamper sama dengan konsep dasar
system umumnya seperti yang dijelaskan secara singkat oleh
Schronderberg (1971) Dan Suradinata (1996) bahwa system itu adalah
suatu komponen yang saling berhubungan antara satu sama lain,
memiliki input dan output yang dibutuhkan untuk oleh system lainnya,
memiliki tujuan yang sama meskipun mulainya berbeda, terdapat proses
yang mengubah input menjadi output, memiliki aturan dan subsistem
yang lebih kecil.
Sedangkan
Informasi adalah hasil pengolahan data yang berarti dan bermanfaat.
Informasi tidak dapat terlepas dari aspek kehidupan manusia. Karena
dengan adanya informasi segala aktivitas dalam kehidupan manusia
lebih mudah untuk dilakukan.
Maka
dari itu pengertian Sistem Informasi adalah kumpulan dari subsistem
apapun baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan satu sama
lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu
mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna.
Sedangkan
menurut para ahli pengertian sistem informasi adalah sebagai berikut:
Menurut
Laudon,
Sistem Informasi adalah komponen-komponen yang saling berhubungan dan
bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan
mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan
keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran
aktivitas di dalam perusahaan.
Menurut
McKeown,
Sistem Informasi adalah gabungan dari komputer dan pengguna yang
mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan
informasi tersebut.
Menurut
Alter
(1992), Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,
informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk
mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut
Bodnar dan Hopwood
(1993), Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan
perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam
bentuk informasi yang berguna.
Menurut
Gelinas, Oram, dan Wiggins
(1990), Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang
secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan
manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data
serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai.
Menurut
Hall
(2001), Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal
dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan
didistribusikan kepada pemakai.
Menurut
Turban, McLean, dan Wetherbe
(1999), Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan,
menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
Menurut
Wilkinson
(1992), Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan
sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input)
menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran
perusahaan.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi,
dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi
informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Dengan
demikian, berdasarkan konsep input, process dan output system
informasi dapat dilihat sebagai berikut :
Gambar
1.2 Konsep Sistem Informasi
- Fungsi Sistem Informasi
Untuk
mengingat yang lalu, sistem informasi berfungsi untuk menyimpan data
histori sebagai rekaman apa yang terjadi dan untuk memfasilitasi
beberapa analisis. Sedangkan untuk mengatasi keadaan saat ini, sistem
informasi berfungsi merekam berbagai transaksi dan otomasi berbagai
proses transaksi dan untuk persiapan ke depan, sistem informasi
menyediakan informasi untuk memfasilitasi berbagai proses pengambilan
keputusan dan perencanaan.
- Ada beberapa fungsi dari Sistem Informasi, diantaranya :
- Fungsi untuk Organisasi : Untuk megolah proses transaksi suatu perusahaan dan sebagai salah satu produk pelayanan suatu perusahaan untuk menghasilkan suatu pendapatan atau mengurangi biaya pendapatan.
- Fungsi untuk Perusahaan : Sebagai alat yang digunakan untuk pengecekan ketersediaan barang agar terciptanya persediaan yang konsisten sehingga dapat terkendali.
- Pihak yang Terlibat
Semua
pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi,
pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi adalah :
- Sistem Analyst
Sistem
analyst merupakan orang bekerja dengan pemakai, dalam mengembangkan
sistem baru dan memperbaiki sistem yang lama atau yang ada sekarang.
- Database Administrator
Database
Administrator merupakan orang yang mengelola database, bekerja sama
dengan pemakai dan sistem analyst dalam menciptakan database yang
berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan data yang diperlukan.
- Network Specialist
Network
Specialist merupakan orang memiliki kemempuan ahli dalam bidang
jaringan, bekerja dengan sistem analis dan pemakai dalam suatu
jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputer yang
tersebar.
- Programmer
Programmer
menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh sistem analist untuk
membuat kode-kode instruksi yang menjadikan komputer dapat mengubah
data menjadi informasi yang diperlukan pemakai.
- Operator
Operator
merupakan orang yang bertugas mengoperasikan komputer berskala besar,
memantau layar komputer, mengatur pencetakan dokumen dsb.
- Pemakai akhir (end user)
Pemakai
akhir atau sering disebut klien ini adalah orang yg memakai SI /
informasi yg dihasilkan oleh sistem informasi (seperti staf, manajer
operasional, manajer taktik, manajer strategis).
- Spesialis IT
Orang
yg bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi & pengembangan
SI, umumnya bagian/departemen ini diberi nama PDE (Pengolahan Data
Elektronik) seperti Analis sistem, pemrogram sistem, dan
administrator basis data.
- Penggunaan Sistem Informasi
Dalam
kehidupan sehari-hari, penggunaan Sistem Informasi semakin marak
digunakan.Hal ini dikarenakan dengan adanya perkembangan teknologi
baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun bidang lainnya.
Berikut penggunaan sistem informasi dalam kehidupan :
- Dalam bidang Pendidikan
Jika
sistem informasi diterapkan di dunia pendidikan, maka akan terjalin
suatu hubungan yang menghasilkan dampak positif bagi dunia pendidikan
itu sendiri seperti adanya perpustakaan elektronik atau yang lebih
dikenal dengan e-library yang berfungsi untuk membantu para siswa
untuk mencari bahan pelajaran dengan mudah.
- Dalam bidang Kesehatan
Dalam
bidang kesehatan, sistem informasi dapat diterapkan juga seperti
halnya yang terdapat didalam bidang kesehatan yaitu dengan adanya
kartu sehat elektronik yang berfungsi untuk mendata pasien serta
mencatat riwayat penyakit pasien agar tidak dicatat secara manual.
- Dalam bidang Perbankan
Didalam
bidang bidang perbankan, sistem informasi ini sudah banyak digunakan
dan dikembangkan seperti e-banking. Dengan adanya sistem informasi
berupa e-banking ini, lebih memudahkan customer untuk melakukan
transaksi berupa transfer ataupun pengecekan keuangan.
Selain
itu ada pun sistem informasi Biro Kredit Nasional seperti yang dibuat
oleh Bank Indonesia. Sistem informasi ini dibuat untuk mengantisipasi
resiko kredit yang mungkin muncul apabila salah seorang debitur
mengajukan pinjaman di salah satu bank padahal pinjaman di bank lain
belum lunas.
- Dalam bidang Perusahaan
Sistem
Informasi memiliki peran dalam mengurangi pengeluaran perusahaan.
Dengan penggunaan Sistem Informasi, perusahaan dapat menekan cost
(biaya) untuk pengadaan kertas/buku, sampai mempersingkat waktu.
Penggunaan sistem informasi tentunya juga membuat praktis
proses-proses di dalam organisasi baik dalam segi keuangan, manajemen
stok barang, pembayaran pegawai dan lain-lain. Mungkin sebuah
perusahaan akan melakukan pengeluaran yang besar dalam pengadaan
alat-alat untuk mendukung Sistem Informasi tersebut. Namun manfaat
yang didapatkan sangat besar untuk sebuah organisasi yang akan
dicapai dalam beberapa waktu ke depan.
- Dalam bidang Bisnis
Dalam
dunia bisnis yang sangat erat kaitannya dengan transaksi jual-beli,
pemanfaatan Sistem Informasi dapat dimanfaatkan pula untuk sarana
perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce.
E-Commerce adalah penyebaran, pembelian,
enjualan, pemasaran barang dan
jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www,
atau jaringan
komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana
elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori
otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-Commerce
merupakan bagian dari E-Business, dimana cakupan E-Business lebih
luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan
dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan
teknologi basisdata atau pangkalan
data (databases), e-surat atau surat
elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang
lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran
untuk e-dagang ini.
Tidak ada komentar:
Write Kawan-kawan silakan tinggalkan komentar