Recent

Minggu, 22 Juni 2014

Cara Install Apache, MySQL, PHP



Sebelumnya saya pernah posting Cara Install Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin dengan menggunakan XAMPP For Linux atau di linux yang dikenal dengan LAMPP. Silahkan baca postinganku Cara Install XAMPP Di Ubuntu.
Dan pada postingan kali ini saya akan posting Cara Install Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin secara manual. Sebenarnya tutorial seperti ini sudah banyak bertebaran di internet tapi gak ada salahnya juga saya melengkapi catatan saya dan mudah-mudah masih bisa membantu yang membutuhkan. Okey berikut langkah-langkah instalasinya :
  • Install Apache
Buka terminal dan jalankan perintah berikut :

sudo apt-get install apache2

Silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah itu buka browser anda dan ketikan http://localhost di address bar. Jika muncul gambar seperti dibawah, maka instalasi apache berhasil.




  • Install PHP5

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :


    sudo apt-get install php5 libapache2-mod-php5

    Silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah itu silahkan restart apache-nya dengan perintah berikut :

    sudo /etc/init.d/apache2 restart

    setelah itu silahkan buat file phpinfo.php untuk mengetahui instalasi PHP5 berhasil atau tidak dan simpan di directory /var/www/. Untuk lebih cepatnya silahkan jalankan perintah berikut :

    sudo gedit /var/www/phpinfo.php

    pada jendela gedit yang tampil silahkan isikan script berikut :

     

    setelah itu disave. Kemudian ketikan http://localhost/phpinfo.php di browser Jika tampil gambar seperti berikut, maka instalasi PHP5 berhasil




  • Install MySQL

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :
     
    sudo apt-get install mysql-server

    setelah beberapa saat instalasi MySQL berjalan, akan tampil permintaan password untuk user root. Silahkan masukan password yang anda inginkan. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :

    setelah itu akan tampil jendela untuk konfirmasi password. Silahkan masukkan password yang anda masukkan pertama kali. Lihat gambar!!


    Setelah itu silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai



  • Install PHPMyAdmin

  • Buka terminal dan jalankan perintah berikut :
     
    sudo apt-get install phpmyadmin

    Setelah beberapa saat proses instalasi berjalan, nanti akan tampil jendela Configuring Phpmyadmin. Silahkan pilih OK. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :


    Setelah itu akan tampil jendela Configuring Phpmyadmin lagi. Silahkan pilih NO. Lebih jelasnya lihat gambar berikut :

    Setelah itu silahkan tunggu proses instalasi sampai selesai. Setelah proses instalasi selesai, selanjutnya jalan perintah berikut di terminal :

    sudo cp /etc/phpmyadmin/apache.conf /etc/apache2/conf.d 
     kemudian restart apachenya 
    sudo /etc/init.d/apache2 restart

    setelah selesai, ketikan http://localhost/phpmyadmin di browser anda untuk mengakses PHPMyAdmin. Berikut gambar jendela login dari phpmyadmin :
    Silahkan masukan Username (root) dan password anda. Jika sukses akan tampil seperti gambar berikut :
    Sekian tutorial Cara Install Apache, PHP, MySQL dan PHPMyAdmin Di Ubuntu. Jika terdapat kesalahan, saya mohon maaf dan kritik dan sarannya. Terima Kasih ..!! :)
    Anda mungkin juga meminati:

    Sabtu, 21 Juni 2014

    Desain & Pemrograman Web






    Desain & Pemrograman Web
    Pengingat - CSS
    CSS: Cascading Style Sheet, untuk mengatur tampilan HTML
    Pemisahan fungsi: HTML mengatur konten, CSS mengatur tampilan.
    Sejak HTML 4.0 semua format tampilan dapat dipindahkan ke CSS
    Tag-tag seperti , dan sebagainya dapat digantikan dengan CSS
    Pengingat – Sintaks CSS
    Format sintaks CSS:


    Selector: Memilih elemen HTML yang akan diformat
    Property: Jenis format yang akan diubah
    Value: Nilai format yang akan diubah
    Pasangan property:value disebut deklarasi
    Sebuah selektor bisa memiliki lebih dari satu deklarasi, setiap deklarasi dipisahkan dengan titik koma (;)
    Pengingat – Implementasi CSS
    Tiga jenis implementasi CSS:
    Inline (dimasukkan pada elemen HTML yang akan diformat sebagai atribut style)
    Internal (dimasukkan sebagai elemen pada tag didalam kode HTML)
    External (menggunakan file CSS diluar HTML)
    Perbandingan Implementasi CSS
    Keuntungan CSS
    Menghemat penggunaan tag untuk format -> Kode HTML menjadi lebih pendek
    Satu file (external) CSS bisa dipakai untuk memformat lebih dari satu halaman HTML
    Sebuah website dapat memiliki beberapa pilihan tampilan (contoh:Wordpress)

    Contoh lain:
    blogger/
    blogspot

    Desain & Pemrograman Web
    Pertemuan 7 -
    Web Server

    Dosen: Fathoni A. Musyaffa
    STKIP SURYA


    Slide sumber: P. Alfa Satyaputra
    Pendahuluan
    Sampai sekarang ini kita masih mengakses website langsung dari file
    Umumnya menggunakan web server untuk menyimpan semua sumber website (hosting)
    Akses dengan menggunakan alamat web (http)
    Bundel Web Server
    Ada bundel perangkat lunak yang dikhususkan untuk web server, seperti LAMP atau XAMPP
    LAMP: Linux Apache MySQL PHP
    XAMPP: X(cross-platform) Apache MySQL PHP Perl
    Apache: HTTP Server
    MySQL: Server Query Language
    PHP: Hypertext Processor
    Perl: Bahasa Pemrograman

    Instalasi LAMP/XAMPP
    Ikuti instruksi di Tugas 7 di Moodle
    Buka http://localhost di web browser (firefox) untuk mengetes apakah web server sudah terinstall dengan benar
    Memasukkan Website
    Buat sebuah file HTML sederhana (isi bebas)
    Beri nama test.html. Simpan di default direktori web server anda:
    Untuk LAMP, gunakan direktori /var/www
    Untuk XAMPP, gunakan direktori C:\xampp\htdocs
    Buka HTML tersebut dengan memasukkan alamat http://localhost/test.html di browser anda
    Catatan
    Web server tersebut masih bersifat lokal (belum bisa diakses melalui internet)
    Menggunakan hosting sehingga dapat diakses melalui browser, tidak perlu mengakses filenya langsung.
    PHP dan MySQL akan diajarkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya

    Minggu, 15 Juni 2014

    Papua Merdeka








     Nama Organisasi Papua Merdeka atau OPM adalah nama yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia pada setiap organisasi atau faksi baik di Irian Jaya maupun diluar negeri yang dipimpin oleh putra-putra Irian Jaya pro-Papua Barat dengan tujuan untuk memisahkan atau memerdekakan Irian Jaya (West Papua) lepas dari negara Kesatuan Republik Indonesia. Nama OPM pertama kali diperkenalkan di Manokwari pada tahun 1964 yaitu pada saat penangkapan pimpinan "Organisasi dan Perjuangan menuju Kemerdekaan Papua" Terianus Aronggear (SE) dan kawan-kawannya oleh pihak keamanan dan mengajukan mereka kedepan pengadilan. Nama itu juga semakin populer yaitu pada saat meletusnya pemberontakan bersenjata yang dipimpin oleh Permenas Ferry Awom pada tahun 1965 di Manokwari, serta berbagai pemberontakan atau aksi militer sporadis lainnya diberbagai wilayah di Irian Jaya. Dalam proses pemeriksaan baik oleh militer polisi dan jaksa, para pemimpin pemberontakan menerima baik nama OPM yang diberikan oleh para pemeriksa (Pemerintah Indonesia) sebab menurut mereka nama itu tepat, singkat, mudah diingat dan dipopulerkan bila dibandingkan dengan nama Organisasi yang mereka bentuk dan berikan itu panjang serta sulit diingat.
    OPM itu lahir dan tumbuh di Irian Jaya yang pada awalnya terdiri dari 2 (dua) faksi utama yaitu organisasi atau faksi yang didirikan oleh Aser Demotekay pada tahun 1963 di Jayapura dan bergerak dibawah tanah. Faksi ini menempuh jalan kooperasi dengan pemerintah Indonesia serta mengaitkan perjuangannya dengan gerakan Cargo yang bercirikan spiritual yaitu campuran antara agama adat/gerakan Cargo dan agama Kristen. Organisasi ini muncul ke permukaan pada tahun 1970 setelah selesai PEPERA dan terus aktif membina para pengikutnya di Kabupaten Jayapura terutama di kecamatan-kecamatan pantai timur, pantai barat, Depapre dan Genyem. Salah satu anak binaan Aser Demotekay adalah Jacob Pray.
    Menurut pengakuan Aser Domotekay, bentuk perjuangan yang dilakukan untuk mencapai kemerdekaan Papua atau Irian Jaya adalah kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Ia meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menyerahkan kemerdekaan kepada Irian Jaya sesuai dengan Janji Alkitab, Janji Leluhur dan Janji tanah ini bahwa bangsa terakhir yang terbentuk dan menuju akhir jaman adalah bangsa Papua. Dalam pembinaan massa pengikutnya, ia selalu memberikan pengarahan yang berkaitan dengan agama, adat istiadat/gerakan Cargo adat dan melarang tindakan Radikal dalam mencapai tujuan kemerdekaan Papua. Untuk mendukung aktivitasnya maka ia menulis beberapa artikel Rohani dengan menyisipkan pesan-pesan politik didalamnya. Organisasi ini tidak diberikan nama dengan tegas tapi merupakan usaha persiapan bagi kemerdekaan Papua Barat (West Papua) yang diketuai oleh Aser Demotekay, dan seorang pembantu umum. Untuk kepentingan keamanan, maka nama dari anggota organisasi lainnya tidak diungkapkan. Dalam petualangannya, Aser Demotekay yang adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil daerah Propinsi Irian Jaya beberapa kali harus berurusan dengan pihak keamanan yaitu ditahan dan diinterogasi, serta selalu mengaku akan perbuatannya yang dilakukan sendiri.
    Secara organisasi kegiatan OPM pimpinan Aser Demotekay ini merupakan kegiatan Cargo Cults versi baru dan sangat tergantung pada Aser Demotekay sendiri apalagi dengan semakin tuanya Aser Demotekay sedang proses kaderisasi tidak dilakukan. Aktivitas OPM pimpinan Aser Demotekay ini tidak efektif apalagi tidak radikal, walaupun Jacob Pray dalam kondisi-kondisi tertentu harus memilih jalan yang radikal untuk melindungi diri serta mewujudkan keinginannya. Organisasi ini tidak mempunyai suatu perencanaan yang matang program-program apa yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Adapun kegiatan yang dilakukan selama ini hanya berupa pengarahan-pengarahan, penyampaian pesan-pesan serta harapan dan dilakukan secara temporer saja sesuai dengan kesempatan dan kebutuhan. Yang dimaksudkan disini adalah bahwa wilayah kabupaten Jayapura merupakan wilayah operasi militer pada tahun-tahun 1970 hingga kini. Jadi bila rakyat dikampung-kampung mengalami hal-hal yang kurang baik dari pihak militer, maka Aser Demotekay selalu mengirim pesan agar rakyat selalu bersabar dalam menghadapi penderitaan itu sebab penderitaan itu sebentar saja dan segera akan berakhir sesuai dengan waktu Tuhan yang kian mendekat dan menuju pada kemerdekaan Papua.
    Aser Demotekay juga dalam aktivitasnya tidak lepas dari bagaimana berusaha untuk berkomunikasi dengan Jacob Pray mulai dari pedalaman Irian Jaya hingga ke luar negeri. Bentuk komunikasi yang dilakukan adalah dengan mengirimkan surat melalui kurir melintasi perbatasan untuk menginformasikan berbagai peristiwa dan keadaan yang terjadi di Irian Jaya pada umumnya dan khususnya keadaan di Jayapura.
    Aser Demotekay mendirikan atau membuat aktivitas ini atas 2 (dua) alasan pokok, yaitu:
    1. Menurut pesan-pesan spiritual bahwa pada masa mendatang Irian Jaya harus mencapai kemerdekaannya sebagai bangsa yang terakhir dan menuju kepada akhir dari jaman ini.
    2. Bahwa sebagai bangsa Papua yang persoalannya dipersengketakan antara Belanda dan Indonesia tanpa melibatkan bangsa Papua itu sendiri adalah tidak Adil, maka bansa Papua harus diberikan kesempatan untuk merdeka lepas dari Indonesia dan untuk itu dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia. Makna melibatkan bangsa Papua adalah dengan melibatkan anggota Nieuw Guinea Raad sebagai wakil bangsa Papua.
    Faksi yang kedua didirikan di Manokwari pada tahun 1964 dibawah pimpinan Terianus Aronggear (SE) yang pada mulanya bergerak dibawah tanah untuk menyusun kekuatan melawan pemerintah Indonesia baik secara politik maupun secara fisik bersenjata. Kegiatan ini diberi nama "Organisasi Perjuangan Menuju Kemerdekaan Negara Papua Barat", yang kemudian lebih dikenal dengan nama OPM.
    Sebagai ketua umum organisasi tersebut, Terianus Aronggear (SE) menyusun suatu dokumen perjuangan yang ingin diselundupkan ke badan PBB di New York untuk menanyakan tentang status Irian Jaya dan meminta meninjau kembali persetujuan New York 15 Agustus 1962. Persetujuan ini dinilai tidak adil sebab tidak melibatkan wakil bangsa Papua dalam perundingan itu sebagai pihak yang dipersengketakan. Juga dokumen itu berisi suatu rancangan tentang kemerdekaan Negara Papua Barat dengan susunan Kabinetnya. Rancangan Kabinet dan dokumen yang disusun untuk dikirim ke PBB itu terlebih dahulu dikirim ke Negeri Belanda untuk mendapatkan persetujuan dari markus Kaisiepo dan Nicolaas Jouwe dan tokoh-tokoh Papua lainnya di Negeri Belanda seperti: A. J. F. Marey, Ben Tanggahma, Saul Hindom, Fred Korwa, James Manusawai, B. Kafiar, Semuel Asmuruf dan lain-lain serta Herman Womsiwor yang berdomisili di Jepang. Namun sebelum dokumen itu diserahkan Terianus Aronggear (SE) kepada Hendrik Joku di Jayapura untuk selanjutnya diselundupkan keluar negeri melalui perbatasan ke Papua New Guinea, Terianus Aronggear (SE) ditangkap di Biak pada tanggal 12 Mei 1965. Ia dikirim kembali ke Manokwari lalu dimasukan kedalam sel tahanan dan mengalami proses pemeriksaan oleh pihak keamanan. Melalui pemeriksaan tersebut maka seluruh dokumen disita, kegiatan ini terbongkar dan penangkapan terhadap para anggota organisasi dilakukan. Hendrik Joku, setelah mendengar berita tentang tertangkapnya Terianus Aronggear (SE), melarikan diri ke Papua New Guinea dan menginformasikan berita itu ke Negeri Belanda kepada Markus Kaisiepo dan Nicolaas Jouwe. Dokumen itu antara lain juga berisi permintaan agar PBB segera membuka sidang umum agar membahas kembali masalah Irian Jaya, dan menyetujui dan mendukung kemerdekaan bagi bangsa Papua Barat (West Papua) sebagai suatu bangsa dan Negara yang berdaulat yang berdiri sendiri.
    Setelah Terianus Aronggera (SE) dan kawan-kawannya Horota, Taran, Watofa tertangkap maka Permenas Ferry Awom dan kawan-kawannya yang bekas PVK melakukan suatu pemberontakan bersenjata di Manokwari secara besar-besaran dengan mulai menyerang kaserme/asrama militer (ex. PVK) di Arfai pada tanggal 28 Juli 1965. Kegiatan pemberontakan yang dilakukan OPM itu menimbulkan berbagai gangguan terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah Irian Jaya dan juga ikut mengacaukan keadaan sehingga pada masa Acub Zainal menjadi Panglima Komando Daerah Militer (KODAM) XVII Cenderawasih yang ke-V pada tahun 1970-1973 mengubah dan memberikan nama Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dan Gerakan Pengacau Liar (GPL) kepada OPM.
    Menurut Victor Kaisiepo, OPM itu lahir dari faksi perjuangan yang ada dan dibentuk di Irian Jaya/Papua Barat. Faksi-faksi itulah yang mengirimkan berita/informasi kepada pemimpin Papua yang memilih ikut Belanda ke negeri Belanda agar sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Papua Barat. Semula Markus Kaisiepo dan Nicolaas Jouwe ragu-ragu terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Papua. Namun setelah mendapatkan informasi tentang perjuangan di Irian Jaya, maka mereka mulai menyusun rencana perjuangan baik politik maupun militer untuk mendukung aktivitas atau perjuangan kemerdekaan di Irian Jaya yang dilakukan oleh OPM. Mereka juga memutuskan untuk menggunakan nama OPM sebagai suatu nama kesatuan dalam perjuangan Bangsa Papua Barat (West Papua).
    Jelaslah bahwa OPM itu lahir dan dibentuk di Irian Jaya, dikenal dan disebarkan khususnya oleh faksi pimpinan Terianus Aronggera (SE) di Manokwari. Jadi dapat dikatakan bahwa fakta tentang lahirnya OPM itu sudah terungkap sehingga menghilangkan berbagai spekulasi selama ini. Berbagai spekulasi yang muncul selama ini misalnya oleh pemerintah Indonesia bahwa OPM itu dibentuk oleh Belanda dengan tokoh-tokohnya yakni Markus Kaisiepo, Nicolaas Jouwe dan kawan-kawan. Atau OPM itu lahir di pedalaman Irian Jaya melalui berbagai kegiatan pemberontakan.
    Mengenai Bendera, OPM dipimpin Terianus Aronggera (SE) tetap menggunakan bendera Papua rancangan Mr. De Rijke yang dikibarkan pertama kali pada tanggal 1 November 1961 sedangkan OPM pimpinan Aser Demotekay merancang suatu bendera baru.
    Menurut Dinas Sejarah Militer Kodam XVII Cenderawasih, ada lima sebab yang menyebabkan pemberontakan OPM, yaitu:
    1. Aspek Politik
      • Pada masa pemerintahan Belanda, pemerintah Belanda menjanjikan kepada rakyat Papua untuk mendirikan suatu negara (boneka) Papua yang terlepas dari negara Republik Indonesia. Beberapa pemimpin putra daerah yang pro-Belanda mengharapkan akan mendapatkan kedudukan yang baik dalam negara Papua tersebut. Janji pemerintah Belanda itu tidak dapat direalisir sebab Irian Jaya harus diserahkan kepada Indonesia melalui perjanjian New York 1962. Walaupun dalam perjanjian itu terdapat pasal tentang hak untuk menentukan nasib sendiri, namun pelaksanaannya diserahkan kepada Indoenesia dan disaksikan oleh pejabat PBB. Apalagi pada tahun 1965 menyatakan keluar dari PBB, sehingga dukungan dari PBB tidak dapat diharapkan lagi.
    2. Aspek Ekonomis
      • Pada tahun 1964, serta tahun-tahun 1965 dan 1966, keadaan ekonomi di Indonesia pada umumnya sangat buruk, dan memberikan pengaruh yang sangat terasa di Irian Jaya. Penyaluran barang-barang kebutuhan pangan dan sandang ke Irian Jaya macet dan sering terlambat ditambah pula dengan tindakan para petugas Republik Indonesia di Irian Jaya yang memborong barang-barang yang ada di toko dan mengirimnya ke luar Irian Jaya untuk memperkaya diri masing-masing. Akibatnya Irian Jaya mengalami kekurangan pangan dan sandang. Kondisi yang demikian ini tidak pernah dialami oleh rakyat Irian Jaya pada masa penjajahan pemerintah Belanda.
    3. Aspek Psychologis
      • Rakyat Irian Jaya pada umumnya berpendidikan kurang atau rendah diwilayah pesisir pantai dan di wilayah pedalaman tidak berpendidikan, sehingga mereka kurang berpikir secara kritis. Hal ini menyebabkan mereka mudah dipengaruhi. Mereka lebih banyak dipengaruhi emosi daripada pikiran yang kritis dan sehat dalam menghadapi suatu permasalahan. Bila suatu janji itu tidak ditepati maka sikap mereka akan berubah sama sekali. Misalnya sebagai bukti dalam hal ini adalah Mayor Tituler Lodwijk Mandatjan yang menyingkir 2 (dua) kali ke pedalaman Manokwari tetapi kembali lagi dan mengaku taat kepada pemerintah Indonesia.
    4. Aspek Sosial
      • Pada masa Belanda para pejabat pemerintah lokal di Irian Jaya pada umumnya diangkat dari kalangan kepala suku (dibanding dengan di Jawa dimana Belanda mengangkat pegawai dari golongan Priyayi). Kalau mereka itu memberontak maka mereka akan mendapat dukungan dan pengaruh dari sukunya serta dalam suasana yang genting pada kepala suku itu harus berada ditengah-tengah sukunya itu. Misalnya, Lodwijk Mandatjan.
    5. Aspek Ideologis
      • Di kalangan rakyat Irian Jaya hidup suatu kepercayaan tentang seorang pemimpin besar sebagai Ratu Adil yang mampu membawa masyarakatnya kepada kehidupan yang lebih baik atau makmur. Gerakan ini di Biak disebut gerakan Koreri (Heilstaat) atau Manseren Manggundi. Kepercayaan ini yang memberikan motivasi bagi pemberontakan yang dipimpin oleh M. Awom di Biak, dimana M. Awom dianggap sebagai pimpinan besar menyerupai Nabi Musa yang oleh para pengikutnya dianggap Sakti.
    Selanjutnya berdasarkan dengan hasil wawancara dengan beberapa tokoh OPM baik didalam dan diluar Negeri maka diperoleh sebab-sebab pemberontakan sebagai berikut:
    • Rasa Nasionalisme Papua, senasib dan seperjuangan untuk berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negara Papua Barat (West Papua).
    • Hendak meningkatkan dan mewujudkan janji Belanda yang tidak sempat direalisir akibat Integrasi dengan Indonesia secara Paksa dan Tidak Adil.
    • Persetujuan politik antara Belanda dan Indonesia yang melahirkan perjanjian New York 1962 itu tidak melibatkan bangsa Papua (Wakilnya) sebagai bangsa dan tanah air yang dipersengketakan.
    • Latar belakang sejarah yang berbeda antara rakyat Papua Barat dan bangsa Indonesia.
    • Masih terdapat perbedaan Sosial, Ekonomi dan Politik antara bangsa Papua dan Bangsa Indonesia.
    • Tereksploitasi hasil dari Papua Barat yang dilakukan secara besar-besaran untuk bangsa Indonesia, sedangkan rakyat Papua Barat tetap miskin dan terbelakang.
    • Tekanan terhadap rakyat Papua yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak awal Integrasi hingga saat ini.
    • Hendak mewujudkan cita-cita dari gerakan Cargo, yaitu suatu bangsa dan Papua Barat yang Makmur di akhir Jaman.
    Dari berbagai alasan atau sebab-sebab pemberontakan OPM sebagaimana diuraikan diatas, maka disimpulkan bahwa pemberontakan OPM di Irian Jaya terjadi karena "Ketidakpuasan terhadap keadaan, kekecewaan, dan telah tumbuh suatu kesadaran Nasionalisme Papua Barat".
    Ketidakpuasan terhadap keadaan ekonomi yang buruk pada awal integrasi dan terutama pada tahun-tahun 1964 , 1965 dan 1966 dan juga terhadap sikap aparat pemerintah dan Keamanan yang tidak terpuji. Juga tidak puas terhadap sikap memandang rendah atau sikap menghina orang Irian yang sering sengaja ataupun tidak sengaja menggeneralisir keadaan suatu suku dengan suku-suku lainnya seperti: Pakai Koteka`, "masih biadab", "Goblok, Jorok", dan lain sebagainya dimana pada masa pemerintahan Belanda ungkapan-ungkapan demikian tidak pernah atau dengan mudah diucapkan kepada orang Irian.

    Tradisi bakar batu di papua









            Tradisi bakar batu di papua

    UPACARA BAKAR BATU

        Upacara bakar batu merupakan Sebuah ritual tradisional suku-suku pegunungan Papua, seperti upacara kematian, pernikahan, perdamaian, dan menyambut tamu agung. Upacara kematian dilakukan karena ada pihak keluarga yang ingin agar duduk dan makan bersama dengan saudara-saudaranya (neak nami). Sementara upacara pernikahan, bakar batu di lakukan karena ingin memberikan makan kepada neak nami tersebut, serta ucapan syukur. Perdamaian dilakukan pada puncaknya yakni bakar batu. Karena menurut saya mungkin ada masalah-masalah yang belum terselesaikan, sehingga upacara bakar batu dilaksanakan dengan maksud damai dan tidak ada dendam di kemudian hari. Begitu pula sama halnya dalam penyambutan tamu agung.

       Proses upacara bakar batu dilaksanakan dengan cara menyiapkan sayur mayur, lauk (seperti daging babi,dll), ubi,singkong,keladi (ini merupakan makanan pokok pegunungan Papua). Persiapan lainnya merupakan, persiapan batu-batu yang nantinya dipanaskan, kayu bakar, kolam/lubang, api, dan daun-daun. Ketika persiapannya sudah selesai (persiapan dilakukan satu hari sebelum acara dilakukan), maka selanjunya siap dilaksanakan bakar batu.

       Awalnya kayu yang sudah di persiapkan harus disusun rapi, ketika kayu sudah rapi maka pada bagian dalamnya di kasi batu sebanyak mungkin sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Sementara api menyala dan memanaskan batu, yang harus dilakukan adalah menggali atau membersihkan kolam yang ada. Ketika kolam sudah jadi dan batu sudah panas, maka pada kolam di kasih rumput sebanyak mungkin sebagai pengalas batu.

       Pada bagian kolam sudah selesai, maka peletakan batu yang sudah panas siap di letakan. Kemudian rumput yang lainya akan menyusul diantara batu-batu yang panas tersebut. Habis diletakan maka, ubi, singkong, dan keladi siap untuk dimasukan, kedalam kolam, disusul dengan rumput sebagai pembatas, di susul lagi batu kemudian rumput lalu daging-daging yang ingin dimasak. Kemudian paling atas di letakan sayur mayur sebagai penutup paling atas. Ketika semua barang yang inigin di masukan sudah selesai maka, kolam tersebut di tutup dengan cara mengikat pinggiran dari pada rumput tersebut,sehingga membentuk kolam tersebut padat.

        Sementara menunggu matangnya makanan tersebut maka para wanita biasanya menyiapkan sambal, sebagai penyempurnaan rasa. Biasanya sambal ada yang di goreng adapula yang mentah nantinya akan di hamburkan pada masakan tersebut. Ketika semuanya sudah selesai maka bakar batu yang berada di kolam tersebut siap di buka dan di keluarkan secara perlahan-lahan. Apabila makanan tersebut sudah di keluarkan maka, siap di bagi lalu di makan bersama .

    Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses ini adalah, para ibu-ibu,kaum laki-laki, anak-anak.

    Terima kasih banyak ,Tradisi bakar batu di papua pegunungan dalam proses penjelasan singkatnya begitu .





                           Tradisi bakar batu di papua pegunungan
                           Tradition fuels rocks in the mountains of Papua


        FUEL STONE CEREMONY


        A grilled stone ceremony is a traditional ritual Papuan mountain tribes, such as the funeral rites, marriage, peace, and welcome guests supreme. The ceremony is done because there is the death of a family who wants to sit down and eat together with his brothers . While the wedding ceremony, grilled stone done because they want to give food to the Neak nami, and thanksgiving. Peace performed at the peak burn stone. Because I think there may be issues that have not been resolved, so that the fuel stone ceremony held in peace and no revenge at a later date. Similarly, just as in a grand reception.




         The process of combustion stone ceremony conducted in a way to prepare vegetables, side dishes (such as pork, etc.), yams, cassava, taro (this is the staple food of the mountains of Papua). Other preparations are preparations stones will be heated, firewood, pools / pits, fire, and leaves. When preparations are complete (the preparation is done the day before the event is done), then the next stone fuel ready for execution.
    Initially wood that has been prepared to be arranged neatly, when wood was in place on the inside at the rocks give as much as possible in accordance with the purposes required. While the fire is lit and heat the rock, which must be done is to dig or clean the existing pool. When the pond was finished and already hot stones, then pond in love on the grass as much as hawker stone.
           At the pond has been completed, the laying of the stone that has been heat set in put. Then would follow other grass between the stones are hot. Expires put it, yams, cassava, and taro are ready to be included, into the pool, followed by grass as a barrier, again after another stone in the grass and then the meat is cooked want. Then put the top on vegetables as the top cover. When all of the items in the input inigin already completed it, the pool is closed in a manner binding on the outskirts of the grass, thus forming the solid pool.
           While waiting for the food matured women usually prepare the sauce, as a sense of refinement. Usually there is a condiment in cooking those that will be in the raw waste in the cuisine. When everything is finished then grilled stone in the pond in the open and at the ready exit slowly. If the food has been issued then, ready at last to eat together.
    The parties directly involved in this process is, the mothers, men, children.



    Thank you very much, Tradition grilled stone in the mountains of Papua in the process so brief explanation.