
Komponen Sistem Informasi
BABII
Komponen
Sistem Informasi
Banyak
aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Karena
sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi,
kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah
serta keunggulan kompetitif. Maka dari itu diperlukan suatu
komponen-komponen untuk melengkapi sistem informasi seperti pada
gambar berikut :
Gambar
2.1 Komponen Sistem Informasi
2.1
Data
Data
merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda,
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang dapat dicatat dan
mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk
angka, karakter atau simbol sehingga bila data dikumpulkan dan saling
berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database). Data
dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
- Data teks atau tulisan yaitu data yang terdiri dari kalimat dan paragraf yang digunakan dalam komunikasi tertulis.
- Data gambar yaitu data yang berbentuk grafik dan gambar.
- Data suara (audio) yaitu data yang berbentuk suara manusia atau suara lainnya.
Ciri-ciri
data adalah :
- Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
- Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
- Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant).
- Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
Basis
Data atau database merupakan kumpulan file-file yang berisi data yang
saling berhubungan dan terorganisir, terpadu, diatur dan disimpan
menurut suatu cara tertentu yang memudahkan proses pengambilan
kembali.
2.2
Hardware
Hardware
termasuk ke dalam salah satu komponen system informasi karena seluruh
perangkat dan bahannya berkaitan dengan pengolahan informasi.
Hardware umumnya digunakan untuk menggambarkan mesin, alat (devices)
dan peralatan (equipment) yang berkaitan dengan pengolahan data.
Namun hardware disini ditunjukan untuk menunjukkan fungsi penyiapan
data, input data, perhitungan, penyimpanan dan menampilkan keluaran
(output). Komponen hardware terdiri atas :
- CPU (Central Unit Processing)
CPU
merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk memproses data dan
mengendalikan komponen lainnya dalam sistem komputer. CPU ini terdiri
dari ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.
- Storage Unit (Unit Penyimpanan)
Storage
Unit merupakan komponen yang memiliki fungsi utama sebagai media
penyimpanan data baik yang bersifat temporer ataupun permanen seperti
RAM, Hardisk, Disket, CD.
- Input Devices (Perangkat Masukkan)
Input
Devices merupakan suatu komponen untuk memasukkan data dan merubah
data untuk diproses seperti keyboard, mouse, bar code dan scanner.
- Output Devices (Perangkat Keluaran)
Output
Devices berfungsi untuk menampilkan data dalam bentuk yang dipahami
user (pengguna) seperti speaker, printer dan monitor.
- Telecomunication Devices (Perangkat Telekomunikasi)
Telecomunication
Devices berfungsi untuk mengendalikan peralihan informasi,
menghubungkan berbagai unit komputer dalam suatu jaringan seperti LAN
Card dan modem.
2.3
Software
Software
termasuk pula kedalam komponen system informasi. Sama halnya dengan
hardware, seluruh perangkat dari software termasuk ke dalam perintah
pengolahan informasi yang memiliki arti sekumpulan instruksi untuk
mengendalikan operasi dari sistem komputer untuk pemrosesan yang
digunakan untuk mengelola sumber daya computer. Fungsi dari software
yaitu mengelola sumber daya computer, menyediakan sarana bagi
pengguna untuk memanfaatkan sumber daya tersebut, dan sebagai
perantara antara informasi yang disimpan dengan penggunanya
(individu/organisasi).
Secara
umum, software dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya :
- Sistem Software : Suatu program umum yang mengelola sumber daya komputer dan mengendalikan akses pada hardware. Sistem Komputer sering disebut juga sebagai Operating Sistem yang berfungsi mengendalikan dan mendukung system operasi computer seperti Windows, Linux, UNIX, Ms DOS.
- Application Software :Program yang di disain untuk meningkatkan kinerja user (pengguna) seperti aplikasi untuk mengolah data ( Ms. Word, Open Office, dsb).
- Programming software : Pengoperasian perintah untuk orang-orang yang akan menggunakan sebuah system informasi atau sebuah perangkat lunak seperti Java, Visual Basic, Oracle, Macromedia Flash, Delphi dsb.
2.4
Komunikasi data
Komunikasi
data adalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan
dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara
komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital
yang dikirimkan melalui media yang dikirimkan melalui media
komunikasi data.
2.4.1
Tujuan Komunikasi Data
Tujuan
dibuatnya suatu komunikasi data adalah sebagai berikut :
- Memungkinkan pengiriman data dengan jumlah yang sangat besar secara efisien dari suatu tempat ke tempat lainnya.
- Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan alat pendukung lainnya dengan jarak jauh.
- Mempercepat penyebarluasan informasi.
- Mempermudah pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam suatu sistem komputer.
2.4.2
Komponen Komunikasi Data
Saat
proses komunikasi data dilakukan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,
ada beberapa unsur yang harus digunakan untuk menjalankan suatu
proses tersebut seperti :
- Pengirim : Alat yang digunakan untuk mengirimkan data yang akan dikirimkan.
- Penerima : Alat yang menerima informasi yang dikirimkan.
- Data : Informasi yang akan dikirimkan atau dipindahkan.
- Media Pengiriman : Saluran tempat informasi tersebut disalurkan ke tempat tujuan. Media yang digunakan dapat berupa kabel, udara, cahaya dan sebagainya.
- Protokol : Aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.
Protokol
Data Data
Media Penghantar
Sumber/Pengirim Penerima
Gambar
2.2 Komunikasi Data
2.4.3
Jaringan Komunikasi Data
Jaringan
komunikasi data atau yang lebih dikenal dengan jaringan komputer
merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain
menggunakan protokol dan media transmisi tertentu. Komunikasi data
diklasifikasikan menjadi beberapa, diantaranya :
- LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor dan tempat lainnya dengan ukuran yang kecil.
- WAN (Wide Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan LAN, seperti jaringan komputer antar wilayah, kota, bahkan Negara. Jaringan ini membutuhkan router dan jaringan public untuk menghubungkankedua jaringan yang akan dihubungkan.
Untuk
menggunakan jaringan ini, dibutuhkan suatu topologi jaringan.
Topologi jaringan ini merupakan suatu cara untuk menghubungkan
komputer dalam suatu jaringan. Model dari topologi jaringan ini
diantaranya :
- Topologi Star
Topologi
Star adalah Suatu topologi yang berbentuk Star atau bintang. Pada
topologi ini terdapat suatu central node yang berfungsi sebagai
pengatur arus informasi dan penanggung jawab komunikasi dalam suatu
jaringan. Fungsi dari central node ini adalah sebagai penghantar
antar jaringan jika ingin dihubungkan antara satu dengan yang
lainnya. Titik sentral ini dikenal dengan sebutan hub atau switch.
Hub atau switch ini berfungsi sebagai server sedangkan semua
komputer (atau perangkat jaringan lainnya) yang terkoneksi dengannya
bertindak sebagai client. Dalam membuat topologi ini, penyusunan
perangkat tidak harus membentuk pola bintang, yang penting semua node
harus terhubung ke hub atau swtich. Semua sinyal dalam jaringan akan
melewati hub atau switch dan hub akan bertindak sebagai repeater yang
akan meneruskan sinyal ke komputer yang dituju. Topologi jenis ini
adalah topologi yang mudah untuk di desain dan diimplementasikan,
Anda juga dapat dengan mudah menambahkan node kedalam jaringan yang
sudah ada.
Gambar
2.3 Topologi Star
Selain
mudah dalam pemasangan, topologi jenis ini memiliki kelebihan seperti
memiliki performa yang lebih baik, mudah melacak adanya kesalahan
pada perangkat. jika terdapat kesalahan pada salah satu perangkat
maka kesalahan tersebut dapat diisolasi tanpa menggangu keseluruhan
jaringan, mudah untuk instalasi perangkat baru, mudah untuk
menganalisa trafik dan perilaku yang mencurigakan dalam jaringan
serta instalasi dan konfigurasi sangat mudah. Namun topologi star ini
juga memiliki kekurangan yaitu sangat bergantung pada hub/switch yang
akan berakibat pada matinya seluruh jaringan.
- Topologi Bus
Topologi
Bus adalah Suatu topologi dimana clients terhubung kepada satu jalur
komunikasi yang berupa kabel. Implementasi dari topologi jenis ini
adalah motherboard pada komputer anda.
Gambar2.4
Topologi Bus
Jenis
topologi jaringan BUS adalah cara yang paling mudah untuk
menghubungkan beberapa client (setidaknya lebih dari 2 titik).
Topologi BUS menyediakan satu saluran komunikasi untuk semua client
yang terhubung namun hal inilah yang menjadi kelemahan dari topologi
ini, Topologi jenis ini tidak dapat melayani transmisi data dari 2
client atau lebih secara bersamaan. Jadi jika terdapat 2 client yang
ingin melakukan transmisi data secara bersamaan maka salah satunya
yang didahulukan sedangkan yang lainnya harus menunggu.
Untuk
itulah topologi jaringan tipe ini sangat bergantung pada jumlah
client yang terdapat pada sebuah jaringan. Semakin banyak jumlah
client yang terhubung dalam topologi ini, maka akan semakin lambat
kinerja jaringan yang bersangkutan karena semakin banyaknya antrian.
Dalam
sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi bus ini, setiap
client/node terhubung oleh kabel tunggal. Setiap komputer atau server
terhubung oleh sinyal-sinyal yang dikirim oleh komputer yang
terhubung dalam jaringan BUS ini akan terus dialirkan dari satu ujung
keujung lainnya dan akan berbalik arah jika telah sampai di ujung
kabel BUS. sinyal ini terus mengalir sehingga akan mengganggu
komputer lain untuk mengirimkan data. Keuntungan topologi jaringan
BUS adalah instalasi mudah dan memiliki biaya pemasangan yang lebih
murah dibanding jenis topologi yang lainnya karena hanya membutuhkan
kabel tunggal untuk transmisi data. Sedangkan kekurangan topologi BUS
adalah rekonfigurasi, isolasi kesalahan, dan instalasi perangkat baru
sangat sulit untuk dilakukan karena topologi BUS di rancang
untuk efektifitas perangkat yang sudah ada sejak awal, semakin
panjang kabel BUS maka kekuatan sinyal yang di transmisi akan semakin
berkurang serta kesalahan pada kabel komunikasi BUS akan berakibat
semua jaringan akan down, kabel topologi BUS memiliki biaya perawatan
dan manajemen yang tinggi.
- Topologi Ring
Topologi
Ring atau lebih banyak dikenal dengan sebutan topologi cincin adalah
suatu topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing-masing
terhubung ke dua titik lainnya hingga membentuk cincin.
BABII
Komponen
Sistem Informasi
Banyak
aktivitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Karena
sistem informasi memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi,
kualitas, manajemen, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah
serta keunggulan kompetitif. Maka dari itu diperlukan suatu
komponen-komponen untuk melengkapi sistem informasi seperti pada
gambar berikut :
Gambar
2.1 Komponen Sistem Informasi
2.1
Data
Data
merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda,
peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang dapat dicatat dan
mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk
angka, karakter atau simbol sehingga bila data dikumpulkan dan saling
berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database). Data
dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
- Data teks atau tulisan yaitu data yang terdiri dari kalimat dan paragraf yang digunakan dalam komunikasi tertulis.
- Data gambar yaitu data yang berbentuk grafik dan gambar.
- Data suara (audio) yaitu data yang berbentuk suara manusia atau suara lainnya.
Ciri-ciri
data adalah :
- Data disimpan secara terintegrasi (integrated)
- Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)
- Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant).
- Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
Basis
Data atau database merupakan kumpulan file-file yang berisi data yang
saling berhubungan dan terorganisir, terpadu, diatur dan disimpan
menurut suatu cara tertentu yang memudahkan proses pengambilan
kembali.
2.2
Hardware
Hardware
termasuk ke dalam salah satu komponen system informasi karena seluruh
perangkat dan bahannya berkaitan dengan pengolahan informasi.
Hardware umumnya digunakan untuk menggambarkan mesin, alat (devices)
dan peralatan (equipment) yang berkaitan dengan pengolahan data.
Namun hardware disini ditunjukan untuk menunjukkan fungsi penyiapan
data, input data, perhitungan, penyimpanan dan menampilkan keluaran
(output). Komponen hardware terdiri atas :
- CPU (Central Unit Processing)
CPU
merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk memproses data dan
mengendalikan komponen lainnya dalam sistem komputer. CPU ini terdiri
dari ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.
- Storage Unit (Unit Penyimpanan)
Storage
Unit merupakan komponen yang memiliki fungsi utama sebagai media
penyimpanan data baik yang bersifat temporer ataupun permanen seperti
RAM, Hardisk, Disket, CD.
- Input Devices (Perangkat Masukkan)
Input
Devices merupakan suatu komponen untuk memasukkan data dan merubah
data untuk diproses seperti keyboard, mouse, bar code dan scanner.
- Output Devices (Perangkat Keluaran)
Output
Devices berfungsi untuk menampilkan data dalam bentuk yang dipahami
user (pengguna) seperti speaker, printer dan monitor.
- Telecomunication Devices (Perangkat Telekomunikasi)
Telecomunication
Devices berfungsi untuk mengendalikan peralihan informasi,
menghubungkan berbagai unit komputer dalam suatu jaringan seperti LAN
Card dan modem.
2.3
Software
Software
termasuk pula kedalam komponen system informasi. Sama halnya dengan
hardware, seluruh perangkat dari software termasuk ke dalam perintah
pengolahan informasi yang memiliki arti sekumpulan instruksi untuk
mengendalikan operasi dari sistem komputer untuk pemrosesan yang
digunakan untuk mengelola sumber daya computer. Fungsi dari software
yaitu mengelola sumber daya computer, menyediakan sarana bagi
pengguna untuk memanfaatkan sumber daya tersebut, dan sebagai
perantara antara informasi yang disimpan dengan penggunanya
(individu/organisasi).
Secara
umum, software dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya :
- Sistem Software : Suatu program umum yang mengelola sumber daya komputer dan mengendalikan akses pada hardware. Sistem Komputer sering disebut juga sebagai Operating Sistem yang berfungsi mengendalikan dan mendukung system operasi computer seperti Windows, Linux, UNIX, Ms DOS.
- Application Software :Program yang di disain untuk meningkatkan kinerja user (pengguna) seperti aplikasi untuk mengolah data ( Ms. Word, Open Office, dsb).
- Programming software : Pengoperasian perintah untuk orang-orang yang akan menggunakan sebuah system informasi atau sebuah perangkat lunak seperti Java, Visual Basic, Oracle, Macromedia Flash, Delphi dsb.
2.4
Komunikasi data
Komunikasi
data adalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan
dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara
komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital
yang dikirimkan melalui media yang dikirimkan melalui media
komunikasi data.
2.4.1
Tujuan Komunikasi Data
Tujuan
dibuatnya suatu komunikasi data adalah sebagai berikut :
- Memungkinkan pengiriman data dengan jumlah yang sangat besar secara efisien dari suatu tempat ke tempat lainnya.
- Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan alat pendukung lainnya dengan jarak jauh.
- Mempercepat penyebarluasan informasi.
- Mempermudah pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam suatu sistem komputer.
2.4.2
Komponen Komunikasi Data
Saat
proses komunikasi data dilakukan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,
ada beberapa unsur yang harus digunakan untuk menjalankan suatu
proses tersebut seperti :
- Pengirim : Alat yang digunakan untuk mengirimkan data yang akan dikirimkan.
- Penerima : Alat yang menerima informasi yang dikirimkan.
- Data : Informasi yang akan dikirimkan atau dipindahkan.
- Media Pengiriman : Saluran tempat informasi tersebut disalurkan ke tempat tujuan. Media yang digunakan dapat berupa kabel, udara, cahaya dan sebagainya.
- Protokol : Aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.
Protokol
Data Data
Media Penghantar
Sumber/Pengirim Penerima
Gambar
2.2 Komunikasi Data
2.4.3
Jaringan Komunikasi Data
Jaringan
komunikasi data atau yang lebih dikenal dengan jaringan komputer
merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain
menggunakan protokol dan media transmisi tertentu. Komunikasi data
diklasifikasikan menjadi beberapa, diantaranya :
- LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer gedung, kampus, kantor dan tempat lainnya dengan ukuran yang kecil.
- WAN (Wide Area Network) : Jaringan komputer yang jaringannya mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan LAN, seperti jaringan komputer antar wilayah, kota, bahkan Negara. Jaringan ini membutuhkan router dan jaringan public untuk menghubungkankedua jaringan yang akan dihubungkan.
Untuk
menggunakan jaringan ini, dibutuhkan suatu topologi jaringan.
Topologi jaringan ini merupakan suatu cara untuk menghubungkan
komputer dalam suatu jaringan. Model dari topologi jaringan ini
diantaranya :
- Topologi Star
Topologi
Star adalah Suatu topologi yang berbentuk Star atau bintang. Pada
topologi ini terdapat suatu central node yang berfungsi sebagai
pengatur arus informasi dan penanggung jawab komunikasi dalam suatu
jaringan. Fungsi dari central node ini adalah sebagai penghantar
antar jaringan jika ingin dihubungkan antara satu dengan yang
lainnya. Titik sentral ini dikenal dengan sebutan hub atau switch.
Hub atau switch ini berfungsi sebagai server sedangkan semua
komputer (atau perangkat jaringan lainnya) yang terkoneksi dengannya
bertindak sebagai client. Dalam membuat topologi ini, penyusunan
perangkat tidak harus membentuk pola bintang, yang penting semua node
harus terhubung ke hub atau swtich. Semua sinyal dalam jaringan akan
melewati hub atau switch dan hub akan bertindak sebagai repeater yang
akan meneruskan sinyal ke komputer yang dituju. Topologi jenis ini
adalah topologi yang mudah untuk di desain dan diimplementasikan,
Anda juga dapat dengan mudah menambahkan node kedalam jaringan yang
sudah ada.
Gambar
2.3 Topologi Star
Selain
mudah dalam pemasangan, topologi jenis ini memiliki kelebihan seperti
memiliki performa yang lebih baik, mudah melacak adanya kesalahan
pada perangkat. jika terdapat kesalahan pada salah satu perangkat
maka kesalahan tersebut dapat diisolasi tanpa menggangu keseluruhan
jaringan, mudah untuk instalasi perangkat baru, mudah untuk
menganalisa trafik dan perilaku yang mencurigakan dalam jaringan
serta instalasi dan konfigurasi sangat mudah. Namun topologi star ini
juga memiliki kekurangan yaitu sangat bergantung pada hub/switch yang
akan berakibat pada matinya seluruh jaringan.
- Topologi Bus
Topologi
Bus adalah Suatu topologi dimana clients terhubung kepada satu jalur
komunikasi yang berupa kabel. Implementasi dari topologi jenis ini
adalah motherboard pada komputer anda
Gambar2.4
Topologi Bus
Jenis
topologi jaringan BUS adalah cara yang paling mudah untuk
menghubungkan beberapa client (setidaknya lebih dari 2 titik).
Topologi BUS menyediakan satu saluran komunikasi untuk semua client
yang terhubung namun hal inilah yang menjadi kelemahan dari topologi
ini, Topologi jenis ini tidak dapat melayani transmisi data dari 2
client atau lebih secara bersamaan. Jadi jika terdapat 2 client yang
ingin melakukan transmisi data secara bersamaan maka salah satunya
yang didahulukan sedangkan yang lainnya harus menunggu.
Untuk
itulah topologi jaringan tipe ini sangat bergantung pada jumlah
client yang terdapat pada sebuah jaringan. Semakin banyak jumlah
client yang terhubung dalam topologi ini, maka akan semakin lambat
kinerja jaringan yang bersangkutan karena semakin banyaknya antrian.
Dalam
sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi bus ini, setiap
client/node terhubung oleh kabel tunggal. Setiap komputer atau server
terhubung oleh sinyal-sinyal yang dikirim oleh komputer yang
terhubung dalam jaringan BUS ini akan terus dialirkan dari satu ujung
keujung lainnya dan akan berbalik arah jika telah sampai di ujung
kabel BUS. sinyal ini terus mengalir sehingga akan mengganggu
komputer lain untuk mengirimkan data. Keuntungan topologi jaringan
BUS adalah instalasi mudah dan memiliki biaya pemasangan yang lebih
murah dibanding jenis topologi yang lainnya karena hanya membutuhkan
kabel tunggal untuk transmisi data. Sedangkan kekurangan topologi BUS
adalah rekonfigurasi, isolasi kesalahan, dan instalasi perangkat baru
sangat sulit untuk dilakukan karena topologi BUS di rancang
untuk efektifitas perangkat yang sudah ada sejak awal, semakin
panjang kabel BUS maka kekuatan sinyal yang di transmisi akan semakin
berkurang serta kesalahan pada kabel komunikasi BUS akan berakibat
semua jaringan akan down, kabel topologi BUS memiliki biaya perawatan
dan manajemen yang tinggi.
- Topologi Ring
Topologi
Ring atau lebih banyak dikenal dengan sebutan topologi cincin adalah
suatu topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing-masing
terhubung ke dua titik lainnya hingga membentuk cincin.
Gambar
2.5 Topologi Ring
Jaringan
yang menggunakan topologi ring sangat bergantung pada kemampuan
sinyal untuk melakukan perjalanan disepanjang lingkaran. Keuntungan
topologi jaringan tipe ring adalah mudah dibuat dan rapi, performa
lebih baik ketimbang bus bahkan pada transfer data yang berat
sekalipun, tidak membutuhkan central node untuk menghubungkan antara
satu komputer dengan komputer yang lainnya. Kekurangan topologi
jaringan tipe ring adalah kesalahan pada satu perangkat akan
mengganggu kinerja keseluruhan jaringan, memindahkan, mengubah atau
mengganti salah satu perangkat akan berpengaruh terhadap seluruh
jaringan, lebih sulit untuk melakukan konfigurasi ketimbang tipe
star, dan kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada
jumlah node/perangkat yang terinstall pada jaringan.
- Topologi Tree
Topologi
Tree atau pohon adalah suatu topologi yang terbentuk dari gabungan
topologi bus dengan topologi star dan terbentuk dari beberapa
tingkatan suatu node. Node atau perangkat yang berada dalam level
utama (hierarki utama) terhubung secara point to point dengan node
atau perangkat yang berada dalam level sekunder (level dibawahnya).
Node sekunder, selain terhubung dengan node utama juga terhubung
dengan node dengan level yang dibawahnya (menggunakan koneksi point
to point). Dalam topologi tree , node atau perangkat utama yang
berada pada level paling atas hanyalah satu-satunya level dimana
tidak ada level lagi diatasnya. Maka dari itu level ini disebut juga
dengan level root central. Kelebihan topologi tree adalah level-level
dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah selain
itu koneksi terjadi secara point to point dan manajemennya mudah
karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam
jaringan. Sedangkan kekurangannya adalah sulit untuk melakukan
perawatan jaringan pada area yang luas, karena topologi ini adalah
varian dari topologi bus maka jika kabel backbone (kabel utama
penyedia arus data rusak maka seluruh jaringan akan down).
Gambar
2.6 Topologi Tree
- Topologi Mesh
Topologi
Mesh adalah Suatu topologi yang semua perangkatnya terhubung satu
sama lain, ada 2 tipe yang dikenal dalam topologi jenis ini yaitu
full connected dan partial connected. pada tipe full connected semua
perangkat/node dalam sebuah jaringan saling terhubung satu sama lain.
sedangkan pada partial connected hanya beberapa berangkat saja yang
saling berhubungan.
Gambar
2.7 Topologi Mesh
Dalam
topologi jenis ini masing-masing node tidak hanya berfungsi sebagai
penerima data bagi dirinya sendiri tapi juga sebagai penyedia data
bagi perangkat atau node yang lain. Topologi jaringan jenis ini
dapat di rancang menggunakan teknik flooding atau bisa juga dengan
teknik routing. Ketika menggunakan teknik routing sinyal data
menyebar diseluruh jalur jaringan, “melompat” dari satu node ke
node yang lain sehingga menemukan perangkat yang dituju untuk
memastikan seluruh jalur jaringan bisa diakses. Kelebihan topologi
mesh konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point sehingga
proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dapat
dilakukan dengan mudah, privasi dan kemanan sangat terjaga karena
data di hantarkan melalui jalur dedicated dan jika terdapat ganguan
diantara 2 jalur maka hanya jalur yang bersangkutan yang akan terkena
imbasnya sedangkan jaringan secara keseluruhan tidak terpengaruh.
Untuk kekurangan topologi mesh biaya mahal karena banyak kabel yang
dibutuhkan dan instalasi lebih rumit dan ruang yang dibutuhkan lebih
besar.
2.4.4
Protokol Komunikasi Data
Protokol
adalah suatu aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa
komputer didalam sebuah jaringan. Protokol memiliki fungsi yaitu
untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam
berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar.
Standar
protokol yang paling dikenal adalah OSI (Open Sistem Interconnecting)
yang ditentukan oleh ISO(International Standart Organization).
Protokol OSI terdiri dari 7 layer (lapisan) yang setiap layernya
terdiri dari sejumlah protokol yang berbeda dan masing-masing
menyediakan pelayanan yang berbeda pula sesuai dengan fungsinya.
Berikut adalah penjabaran dari 7 layer tersebut :
- Presentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protokol (RDP)).
- Session Layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
- Transport Layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
- Network Layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
- Data Link Layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
- Physical Layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.4.5
Router, Bridge, dan Repeater
- Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu, router mirip dengan bridge, namun router lebih “cerdas” dibandingkan dengan bridge. Router bekerja dengan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan kemana dan bagaimana paket dikirimkan.
Gambar
2.8 Router
(Sumber
:
http://www.slipperybrick.com/wp-content/uploads/2007/06/sirius-echo-home-repeater-system.jpg
)
- Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Bridge lebih fleksibel dibandingkan dengan repeater karena bridge mampu menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi.
Gambar
2.9 Bridge
- Repeater merupakan perangkat yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim kembali sinyal tersebut ke tempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh.
Gambar
2.10 Repeater
2.4.6 Perbedaan Sinyal
Digital dan sinyal Analog.
- Sinyal Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Gambar
2.11 Sinyal
Digital
- Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise.
Gambar
2.12 Sinyal
Analog
Gambar
2.5 Topologi Ring
Jaringan
yang menggunakan topologi ring sangat bergantung pada kemampuan
sinyal untuk melakukan perjalanan disepanjang lingkaran. Keuntungan
topologi jaringan tipe ring adalah mudah dibuat dan rapi, performa
lebih baik ketimbang bus bahkan pada transfer data yang berat
sekalipun, tidak membutuhkan central node untuk menghubungkan antara
satu komputer dengan komputer yang lainnya. Kekurangan topologi
jaringan tipe ring adalah kesalahan pada satu perangkat akan
mengganggu kinerja keseluruhan jaringan, memindahkan, mengubah atau
mengganti salah satu perangkat akan berpengaruh terhadap seluruh
jaringan, lebih sulit untuk melakukan konfigurasi ketimbang tipe
star, dan kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada
jumlah node/perangkat yang terinstall pada jaringan.
- Topologi Tree
Topologi
Tree atau pohon adalah suatu topologi yang terbentuk dari gabungan
topologi bus dengan topologi star dan terbentuk dari beberapa
tingkatan suatu node. Node atau perangkat yang berada dalam level
utama (hierarki utama) terhubung secara point to point dengan node
atau perangkat yang berada dalam level sekunder (level dibawahnya).
Node sekunder, selain terhubung dengan node utama juga terhubung
dengan node dengan level yang dibawahnya (menggunakan koneksi point
to point). Dalam topologi tree , node atau perangkat utama yang
berada pada level paling atas hanyalah satu-satunya level dimana
tidak ada level lagi diatasnya. Maka dari itu level ini disebut juga
dengan level root central. Kelebihan topologi tree adalah level-level
dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah selain
itu koneksi terjadi secara point to point dan manajemennya mudah
karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam
jaringan. Sedangkan kekurangannya adalah sulit untuk melakukan
perawatan jaringan pada area yang luas, karena topologi ini adalah
varian dari topologi bus maka jika kabel backbone (kabel utama
penyedia arus data rusak maka seluruh jaringan akan down).
Gambar
2.6 Topologi Tree
- Topologi Mesh
Topologi
Mesh adalah Suatu topologi yang semua perangkatnya terhubung satu
sama lain, ada 2 tipe yang dikenal dalam topologi jenis ini yaitu
full connected dan partial connected. pada tipe full connected semua
perangkat/node dalam sebuah jaringan saling terhubung satu sama lain.
sedangkan pada partial connected hanya beberapa berangkat saja yang
saling berhubungan.
Gambar
2.7 Topologi Mesh
Dalam
topologi jenis ini masing-masing node tidak hanya berfungsi sebagai
penerima data bagi dirinya sendiri tapi juga sebagai penyedia data
bagi perangkat atau node yang lain. Topologi jaringan jenis ini
dapat di rancang menggunakan teknik flooding atau bisa juga dengan
teknik routing. Ketika menggunakan teknik routing sinyal data
menyebar diseluruh jalur jaringan, “melompat” dari satu node ke
node yang lain sehingga menemukan perangkat yang dituju untuk
memastikan seluruh jalur jaringan bisa diakses. Kelebihan topologi
mesh konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point sehingga
proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dapat
dilakukan dengan mudah, privasi dan kemanan sangat terjaga karena
data di hantarkan melalui jalur dedicated dan jika terdapat ganguan
diantara 2 jalur maka hanya jalur yang bersangkutan yang akan terkena
imbasnya sedangkan jaringan secara keseluruhan tidak terpengaruh.
Untuk kekurangan topologi mesh biaya mahal karena banyak kabel yang
dibutuhkan dan instalasi lebih rumit dan ruang yang dibutuhkan lebih
besar.
2.4.4
Protokol Komunikasi Data
Protokol
adalah suatu aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa
komputer didalam sebuah jaringan. Protokol memiliki fungsi yaitu
untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam
berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar.
Standar
protokol yang paling dikenal adalah OSI (Open Sistem Interconnecting)
yang ditentukan oleh ISO(International Standart Organization).
Protokol OSI terdiri dari 7 layer (lapisan) yang setiap layernya
terdiri dari sejumlah protokol yang berbeda dan masing-masing
menyediakan pelayanan yang berbeda pula sesuai dengan fungsinya.
Berikut adalah penjabaran dari 7 layer tersebut :
- Presentation Layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protokol (RDP)).
- Session Layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
- Transport Layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
- Network Layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
- Data Link Layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisanMedia Access Control (MAC).
- Physical Layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.4.5
Router, Bridge, dan Repeater
- Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu, router mirip dengan bridge, namun router lebih “cerdas” dibandingkan dengan bridge. Router bekerja dengan routing table yang disimpan di memorinya untuk membuat keputusan kemana dan bagaimana paket dikirimkan.
Gambar
2.8 Router
(Sumber
:
http://www.slipperybrick.com/wp-content/uploads/2007/06/sirius-echo-home-repeater-system.jpg
)
- Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan. Bridge lebih fleksibel dibandingkan dengan repeater karena bridge mampu menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi.
Gambar
2.9 Bridge
- Repeater merupakan perangkat yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim kembali sinyal tersebut ke tempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh.
Gambar
2.10 Repeater
2.4.6 Perbedaan Sinyal
Digital dan sinyal Analog.
- Sinyal Digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.
Gambar
2.11 Sinyal
Digital
- Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise.
Gambar
2.12 Sinyal
Analog