Recent

Senin, 04 Agustus 2014

Contoh Surat Lamaran Kerja Guru yang Baik dan Benar


Contoh Surat Lamaran Kerja Guru yang Baik dan Benar


Contoh Surat Lamaran Kerja Guru yang Baik dan Benar
Contoh Surat Lamaran Kerja Guru yang Baik dan Benar. Bagi anda yang ingin mendaftar menjadi PNS atau Pegawai Negerei Sipil, Contoh surat lamaran kerja guru ini akan sangat berguna untuk anda jadikan referensi. Contoh yang disajikan sudah di buat sebaik mungkin, bahasa yang baik dan benar.

Contoh Surat Lamaran Kerja Guru cukup bermacam-macam, tergantung anda ingin melamar menjadi guru apa. Beberapa contoh mudah yaitu Guru honorer, CPNS, Guru SD, SMA dan lain sebagainya. Untuk kali ini saya ingin memberikan contoh surat lamaran kerja guru CPNS dan guru SMA.

Langsung saja anda bisa lihat di bawah ini.

Contoh Surat Lamaran Kerja Guru yang Baik dan Benar

Bondowoso, 7 Februari 2013

Kepada
Yth. Bapak Bupati Bondowoso
Di
Bondowoso

Dengan Hormat,

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Anang Fauzi, S.Pd
Tempat/Tanggal Lahir : Bondowoso, 28 Februari 1988
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : S1 Universitas Negeri Jember Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Alamat : Jl. Cermee RT 07, Bondowoso
Pekerjaan yang dilamar : Guru Matematika

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk dapatnya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini kami sertakan kelengkapan berkas sebagai berikut :

Foto copy sah Ijazah terakhir sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan (dilegalisir pejabat yang berwenang),
Pas foto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar,
Foto copy Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) dilegalisir pejabat yang berwenang,
Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.

Demikian permohonan ini kami buat, selanjutnya besar harapan kami untuk dapatnya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun 2013.

Hormat Kami,

Materai 6000

Anang Fauzi, S.Pd

Contoh Surat Lamaran Kerja Guru SMA

Prihal: Lamaran pekerjaan

Bondowoso, 7 Februari 2013
Kepada
Yth Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso
Di Tempat

Dengan Hormat,
Dengan ini saya membuat permohonan lamaran pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin, adapun data pribadi saya sebagai berikut :

Nama: Margareta Aulina S.Pd
Tempat dan Tanggal Lahir: Bondowoso, 15 Maret 1987
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama: Islam
Pendidikan Terakhir: Sarjana (S-1) Jurusan Matematika
Alamat: Jl. Prajekan, No.5 Bondowoso

Berdasarkan keterangan di atas, saya bermaksud melamar pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/Ibu pimpin sekarang ini. Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan :

1. Photo copy ijazah terakhir sebanyak 1 lembar
2. Photo copy transkip nilai sebanyak 1 lembar
3. Photo copy kartu tanda pencari kerja 1 lembar
4. Photo copy KTP sebanyak 1 lembar
5. Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar

Demikian surat lamaran ini saya buat sebenar-benarnya, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu saya ucapkan banyak terimakasih.

Hormat Saya


Margareta Aulina S.Pd

Contoh Surat Lamaran Kerja Keuangan


Contoh Surat Lamaran Kerja Keuangan

Contoh Surat Lamaran Kerja Keuangan

Medan, 25 September 2012


Kepada YTH.
HRD Manager
PT. Madani Finance TBK.
Medan

Dengan hormat,

Saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama :
Tempat, Tanggal Lahir :
Alamat :
No. kontak :
Email : 
Pendidikan terakhir :

Dengan ini mengajukan surat permohonan untuk bekerja di perusahaan Bapak/Ibu sebagai financing manager.

Saat ini saya memiliki pendidikan strata satu yang berkorelasi dengan pekerjaan terkait, dan memiliki sedikit pengalaman sebagai finance officier di PT Abadi Sentosa Finance.

Dengan surat permohohan ini, saya menyatakan siap untuk memberikan waktu dan tenaga apabila di perlukan dan besar harapan saya untuk mengikuti tes seleksi dan wawancara. Terima kasih.


Hormat Saya


Nama



Lampiran :
  • Daftar riwayat hidup
  • Foto ID (KTP)
  • Foto-copy ijazah terakhir

Contoh Surat Resmi

Contoh Surat Resmi


Format dan susunan surat resmi terdiri dari:

  1. Kop Surat
    • Nama lembaga/instansi/organisasi dll, penulisan menggunakan huruf besar/kapital.
    • Alamat dan Contact telp serta website/ email jika ada, penulisan menggunakan huruf besar dan kecil.
  2. Logo lembaga/instansi/organisasi
  3. Nomor Surat
  4. Lampiran
  5. Hal (inti atau prihal surat tersebut)
  6. Tanggal surat (posisi di kanan sejajar dengan nomor surat)
  7. Alamat penerima surat (hindari penggunaan kata "kepada").
  8. Pembuka Surat (akhiri dengan penggunaan tanda baca "koma")
  9. Isi surat ( penulisan untuk uraian, hari, tanggal, waktu, tempat, dll ditulis dengan format huruf kecil, kecuali penulisan untuk EYD haruslah menyesuaikan.)
  10. Penutup surat, berisi:
    • Salam penutup
    • Jabatan
    • Tanda tangan
    • Nama (Umumnya disertai No pegawai atau NIP)
  11. Tembusan( penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan )

 Contoh Surat Resmi


 SMA NEGERI 1 KOTALAMA
Jalan Entah Berantah No.10 Kotalama
No. Telp. (0222) 543 2100
__________________________________________________________________

Kotalama,  21 Januari 2014
No : 10 / SMA Negeri 1 Kota Lama/ 01/ 2014 1                                       
Lampiran : -
Perihal : Undangan

Kepada Yth.
Orang tua/Wali siswa-siswi kelas XII
SMA Negeri 1 Kota Lama

Dengan hormat,
Dalam rangka dan upaya meningkatkan prestasi belajar para siswa siswi SMA 1 Kota Lama khususnya kelas XII. Maka pada surat kali ini kami selaku badan pendidikan sekolah, bermaksud mengadakan studi lapangan bagi siswa siswi baik jurusan TI dan Elektronik di luar sekolah. Adapun kegiatan tersebut akan kami laksanakan pada :


hari, tanggal : Senin, 25 Januari 2014
pukul : 09.00 s.d. 14.00
tempat : Gedung Industri Tarakan
acara :  Penelitian kerja lapangan


Dengan undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian bapak ibu, kami ucapkan terima kasih.

Kotalama, 21 Januari 2014
Kepala Sekolah
SMA N 2 Tasikmalaya
Ttd, 
Nama Kepala Sekola, M.Pd
NIP. 78900 89 778


5 CARA MENINGKATKAN (MELATIH) KECERDASAN EMOSI (EQ)


Ditulis : 
5 Cara Meningkatkan (Melatih) Kecerdasan Emosi (EQ)
Dengan mengembangkan (melatih) kecerdasan emosi (EQ / Emotional Quotient) diyakini dapat menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih baik dalam menjalani rona ragam samudera kehidupan. Kecerdasan emosi erat berkaitan dengan perasaan, sikap dan kepribadian seseorang sehingga ia mampu membina hubungan dengan orang lain.

Kecerdasan emosi dapat dilatih, diasah dan dikembangkan melalui beragam cara. Di antaranya ialah dengan mengenal emosi diri, mengelola/mengekspresikan emosi, memotivasi diri, mengenal emosi orang lain serta membina hubungan. Penjelasan cara-cara / langkah-langkah tersebut antara lain :

Mengenal emosi diri
Anda dapat bertanya pada hati Anda yang terdalam seperti apakah perasaan Anda sesungguhnya. Apakah Anda merupakan tipikal seorang pemarah, pemberani, penakut, pencemas, peragu atau pemalu dan sebagainya.
Anda dapat mengetahui pada saat apa dan bagaimana Anda marah, takut, gelisah, gembira, bersemangat dan sebagainya. Dengan harapan bahwa setelah mengenal emosi diri, maka akan segera muncul kesadaran diri bahwa Anda sedang merasakan perasaan sedih, senang, takut ataupun cemas. Kesadaran diri untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu datang melanda merupakan dasar dari kecerdasan emosi.
Mengelola/mengekspresikan emosi
Perasaan marah, takut, cemas atau bahagia adalah emosi yang wajar. Perasaan itu menjadi tidak wajar ketika Anda mengekspresikannya secara berlebihan. Sebagai contoh, Anda sangat mencemaskan suatu hal yang belum tentu terjadi. Contoh kasus yang kadang terjadi adalah saat mengikuti ujian CPNS atau ujian rekrutmen karyawan. Pada saat itu muncul perasaan cemas dan takut terutama saat menjelang tes wawancara dimana kita berhadapan dengan pewawancara yang ikut menentukan hasil ujian. Perasaan-perasaan tersebut apabila tidak dikendalikan/dikelola dengan baik bisa menjadi suatu hambatan. Dengan melatih pengendalian/pengelolaan perasaan, niscaya dapat melalui tahap ujian/wawancara dengan baik.
Memotivasi diri
Memotivasi diri dapat menumbuhkan semangat, percaya diri, ketekunan dan ketahanan mental. Memotivasi diri dilakukan agar terbiasa berpikir positif. Motivasi yang kuat akan menumbuhkan ketahanan mental yang kuat pula dalam menghadapi berbagai situasi sulit.
Mengenal emosi orang lain
Dengan mengenal emosi orang lain akan melatih cepat tanggap terhadap lawan bicara, dimana lawan bicara pada saat sedih, gembira, takut ataupun marah. Emosi dapat dikenali dari pesan-pesan non-verbal, melalui nada bicara, sorot mata, gerak-gerik tubuh, ekspresi wajah, dsb. Dengan terbiasa membaca pesan-pesan non-verbal memudahkan dalam bergaul. Untuk mengenali emosi orang lain diperlukan mengenali emosi diri sendiri. Semakin kita dapat mengenali emosi diri, semakin mudah mengenali emosi orang lain.
Membina hubungan
Kecerdasan emosi juga berkaitan dengan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Adapun salah satu kuncinya adalah membuka hati untuk menerima kelebihan dan kelemahan orang lain. Perlu juga menjaga kode-kode rahasia hubungan sehingga tidak semua hal terutama yang berhubungan  dengan privasi perlu diungkapkan.
Belum ada kata terlambat untuk belajar. Hidup terus selalu bergerak, melangkah dengan keyakinan dan semangat baru. Cara sederhana untuk belajar adalah dengan mendengar suara-suara yang berkecamuk di dalam dada. Kadang suara tersebut terdengar berseberangan. Yang satu terdengar mengharuskan Anda berbuat begini, sedang yang satu mengharuskan Anda berbuat begitu. Itualah suara-suara hati Anda.
Diperlukan pengendalian diri terhadap berbagai emosi, terutama saat emosi tersebut sedang melanda. Bagaimana Anda mengendalikan diri ketika marah, tidak terpuruk ketika merasa kecewa, mampu bangkit dari kesedihan, memotivasi diri untuk menghadapi tekanan, mengatur diri dari kemalasan, menetapkan target yang menantang namun wajar serta dapat menerima keberhasilan ataupun kegagalan dengan lapang dada.

7 LANGKAH/CARA MEMBUAT CV (CURRICULUM VITAE) PROFESIONAL



Ditulis : 
7 Langkah/Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Profesional
Daftar riwayat hidup atau CV (Curriculum Vitae) ibarat sebuah produk yang merepresentasikan kualitas, kekuatan dan potensi pelamar. Ibarat sebuah produk, maka produk pelamar bersaing dengan produk-produk lainnya. Laku atau tidaknya bergantung pada strategi, bagaimana pelamar mengemasnya juga keberuntungan.

Dari CV (Curriculum Vitae) pelamar, pemimpin perusahaan (perekrut) dapat mengetahui potensi-potensi para calon anggotanya. CV (Curriculum Vitae) ibarat sarana promosi diri (cerminan pribadi pelamar). Keseriusan, kreativitas dan kecermatan dalam bekerja dapat dilihat dari CV (Curriculum Vitae) yang pelamar rancang. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dicoba untuk membuat CV (Curriculum Vitae) Profesional :

1. Menggunakan kertas putih polos untuk CV Profesional
Kertas putih polos terkesan formal, bersih, nyaman dibaca, sederhana dan menyiratkan niat suci untuk untuk bekerja. Sedangkan kertas yang terdapat gambar latar terkesan kurang formal dan dapat mengurangi kenyamanan membaca. Ukuran kertas yang umum untuk CV (Curriculum Vitae) ialah kertas A4 80 gram atau ukuran lain sejenis.
2. Tampilan yang rapi dan indah (estetik) CV Profesional
Secara naluriah manusia menyukai hal-hal yang bersifat rapi dan indah. Kerapian dapat mempermudah perekrut memahami CV (Curriculum Vitae). Rapikan format susunan baris, kolom dan tabel sehingga terkesan rapi dan menarik.
Kerapian dapat menggambarkan seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan orang lain. Keindahan dapat menggambarkan kreativitas, ide, humanisme juga kepekaan sosial.
Cermati juga kepada siapa Anda mengajukan CV (Curriculum Vitae). Jika Anda hendak mengajukannya kepada instansi/lembaga yang bersifat konvensional seperti instansi/lembaga pemerintahan, pendidikan atau BUMN, maka unsur kerapian bisa lebih Anda tonjolkan. Jika Anda hendak mengajukannya kepada instansi/lembaga yang bersifat bebas dan menjunjung tinggi kreativitas seperti bidang periklanan, EO (Event Organizer) ataupun penerbitan, maka Anda dapat menonjolkan unsur keindahan pada CV (Curriculum Vitae).
3. Jenis huruf (font) CV Profesional
Anda dapat menggunakan satu atau dua jenis huruf (font) untuk digunakan dalam penulisan CV (Curriculum Vitae). Secara umum dalam CV (Curriculum Vitae) hanya menggunakan satu jenis huruf. Anda dapat mencoba jenis huruf yang umun terdapat pada komputer-komputer seperti Arial atau Times New Roman. Anda juga dapat mem-variasikan ukuran huruf, misal dengan memperbesar ukuran huruf pada Judul. Ukuran huruf pada isi CV (Curriculum Vitae) umumnya 11pt atau 12pt.
4. Tata bahasa, tanda baca dan ejaan CV Profesional
Gunakan tata bahasa formal dan gunakan kalimat efektif dalam penulisan CV (Curriculum Vitae) untuk memudahkan perekrut memahami isi CV (Curriculum Vitae) Anda. Perhatikan juga ejaan pada CV (Curriculum Vitae) apakah sesuai dengan EYD begitu pula jika Anda menulis CV (Curriculum Vitae) dalam format Bahasa Inggris.
Gunakanlah tanda baca yang jelas untuk lebih memudahkan perekrut memahami kalimat yang terdapat pada kalimat dalam CV (Curriculum Vitae) seperti tanda koma, titik, titik dua, dsb. Untuk istilah asing, Anda dapat menggunakan jenis huruf miring (Italic) pada kalimat Anda.
Anda dapat pula menggabungkan dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dalam penulisan CV (Curriculum Vitae) Anda dengan bahasa utama adalah Bahasa Indonesia. Anda dapat menambahkan bahasa asing tambahan tersebut bersebelahan ataupun tepat di bawah kalimat bahasa utama dengan membedakan formatnya, misal dengan memperkecil ukuran huruf, mencetak miring, memberi warna berbeda dan atau menambahkan tanda kurung.
5. Eksplisit
Gunakanlah penulisan kalimat dengan jelas dan detail sehingga perekrut dapat menginterprestasikan kalimat dalam CV (Curriculum Vitae) Anda tanpa ambigu. Misalnya dalam CV (Curriculum Vitae) pada bagian pendidikan, Anda menuliskan Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia dengan tidak menambahkan kota lokasinya. Perekrut mungkin sedikit kesulitan dalam mengasumsikan lokasi pendidikan Anda. Maka Anda dapat menambahkan kota lokasi pendidikan Anda menjadi Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia - Yogyakarta.
6. Isi CV (Curriculum Vitae) Profesional
Isilah CV (Curriculum Vitae) Anda secara padat dan berisi. Kemungkinan besar perekrut tidak punya banyak waktu untuk menyaring semua CV (Curriculum Vitae) yang terkirim dengan membaca secara detail/lengkap keseluruhan isi CV. Perekrut mayoritas hanya membaca poin-poin penting dalam CV (Curriculum Vitae) Anda tanpa banyak memperhatikan secara detail mengenai diri Anda secara keseluruhan, misalnya mengenai makanan kesukaan Anda, nama anak/istri anak Anda dan sejenisnya. Isi CV (Curriculum Vitae) yang dapat Anda tulis antara lain :
  1. Identitas diri (Nama lengkap dengan gelar, Tempat tanggal lahir, Alamat lengkap, Nomor telepon, Alamat email/situs jika ada, Hobi, Tinggi/Berat badan jika diperlukan).
  2. Riwayat pendidikan (Nama Sekolah, Tahun lulus, Jurusan, Nilai, Kota Lokasi, Pendidikan Formal dan Non-Formal).
  3. Pengalaman kerja (Nama Perusahaan, Alamat Perusahaan, Bidang Usaha, Posisi Pekerjaan, Tugas Pekerjaan, Prestasi Pekerjaan dan Lama Anda Bekerja).
  4. Pengalaman organisasi.
  5. Prestasi/penghargaan.
  6. Karya.
  7. Referensi kerja (bila ada).
  8. Konsistensi karir (bila posisi awal Anda bekerja adalah di bidang keuangan sehingga Anda berpindah perusahaan tetap memilih profesi di bidang keuangan).
Isi CV (Curriculum Vitae) Anda sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dalam rekrutmen. Karena isi CV (Curriculum Vitae) yang tidak sesuai dengan spesifikasi kualifikasi rekrutmen akan ditinggalkan.
Tulislah CV (Curriculum Vitae) dengan jujur. Isi CV (Curriculum Vitae) yang jujur akan lebih mudah mendapat respek terutama saat proses wawancara. Dalam proses tersebut biasanya dapat diketahui kejujuran dalam isi CV (Curriculum Vitae).
Dalam penulisan isi CV (Curriculum Vitae) juga terdapat hal-hal yang sebaiknya dihindari dalam penulisan isi CV (Curriculum Vitae). Di antaranya adalah : Agama (bisa diperdebatkan), Keanggotaan ormas atau partai politik tertentu, Jenis Kelamin (sebagian diperdebatkan), Permintaan gaji (bergantung pada persyaratan kualifikasi) dan Permintaan fasilitas.
7. Jumlah halaman CV Profesional
Isi CV (Curriculum Vitae) mayoritas tidak lebih dari dua halaman. Pada umumnya hanya satu halaman saja. Namun jika isi dari CV (Curriculum Vitae) Anda banyak dan penting untuk ditampilkan (misal riwayat pekerjaan, pendidikan/kursus, pelatihan dan penghargaan/karya), maka Anda dapat menambah menjadi tiga halaman atau lebih. Berikut adalah contoh CV (Curriculum Vitae) satu halaman yang sering Teras Penganggur gunakan untuk mengajukan lamaran pekerjaan :
Contoh CV (Curriculum Vitae) Profesional
Contoh CV (Curriculum Vitae) Profesional 1 (satu) Halaman
Sumber : Acep Yonny. 2010. Jual diri Menggunakan Surat Lamaran Yang Mengesankan & CV (Curriculum Vitae) Berdaya Pikat Tinggi. Pustaka Widyatama : Yogyakarta.

3 LANGKAH/CARA MEMBUAT SURAT LAMARAN KERJA PROFESIONAL



Ditulis : 
3 Langkah/Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Profesional
Surat lamaran kerja ibarat cermin untuk membaca karakter pelamar bagi perekrut. Di dalamnya terdapat gaya bahasa yang digunakan, identitas diri, unsur kerapian dan juga terdapat tanda tangan. Surat lamaran kerja yang menggunakan tulisan tangan akan semakin memudahkan perekrut untuk membaca sekilas karakter pelamar.

Penggunaan kalimat efektif, kelengkapan unsur surat dan juga unsur kerapian dapat menggambarkan secara sekilas bahwa pelamar merupakan seorang yang cerdas, cermat dan tekun.

Kadangkala banyak ditemui pelamar yang membuat surat lamaran kerja secara asal (acak). Barangkali banyak yang berpikir bahwa surat lamaran kerja hanya sekedar formalitas. Namun pada dasarnya, surat lamaran kerja merupakan pintu awal kesempatan pelamar untuk menunjukkan niat baik bagi perekrut. Apabila surat lamaran kerja pelamar bernilai baik (bagus) akan terbuka kesempatan bagi pelamar menuju tahap lanjutan rekrutmen.

Berdasarkan jenisnya, surat lamaran kerja merupakan jenis surat resmi. Sedangkan berdasarkan isinya, surat lamatan kerja dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
  1. Surat lamaran berdasar iklan lowongan media masa, poster ataupun internet
  2. Surat lamaran berdasar rekomendasi seseorang (rekanan)
  3. Surat lamaran berdasar inisiatif sendiri.
Secara umum surat lamaran kerja hanya terdiri dari satu halaman dengan menggunakan kertas putih polos dan satu jenis huruf (font), dan berikut ini adalah hal-hal yang dapat diperhatikan dalam menulis surat lamaran kerja secara efektif :

1. Kalimat efektif surat lamaran kerja profesional
Sedapat mungkin hindari penggunaan kalimat mubazir dan juga kalimat yang mengandung salah pengertian agar perekrut lebih mudah memahami isi surat lamaran. Berikut adalah contoh penggunaan kalimat efektif dalam menulis surat lamaran pekerjaan :
Hindari penumpukan gagasan :
  • Contoh kurang tepat : "Berkaitan dengan informasi lowongan pekerjaan di SKH Jawa Pos tertanggal 5 April 2010 maka saya bermaksud melamar sebagai staf kantor dengan atas nama...di perusahaan yang Bapak Pimpin".
  • Contoh kalimat efektif : "Berkaitan dengan informasi lowongan pekerjaan di SKH Jawa Pos tertanggal 5 April 2010 maka saya bermaksud melamar sebagai staf kantor di perusahaan yang Bapak Pimpin".
Hindari kerancuan bentuk aktif-pasif :
  • Contoh kurang tepat : "Demikian surat ini saya sampaikan dan atas perhatiannya saya menghaturkan terima kasih".
  • Contoh kalimat efektif : "Demikian surat ini saya sampaikan dan atas perhatiannya saya haturkan terima kasih".
Bedakan unsur subjek dan keterangan :
  • Contoh kurang tepat : "Dalam informasi lowongan tersebut membutuhkan staf kantor".
  • Contoh kalimat efektif : "Dalam informasi lowongan tersebut dibutuhkan staf kantor".
Bedakan pengantar kalimat dengan predikat :
  • Contoh kurang tepat : "...dengan ini mengajukan sebagai...".
  • Contoh kalimat efektif : "...bermaksud mengajukan sebagai...".
Hindari kerancuan kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat :
  • Contoh kurang tepat : "Meskipun saya belum berpengalaman bekerja namun saya memiliki kompetensi di bidang tersebut".
  • Contoh kalimat efektif : "Meskipun saya berpengalaman bekerja, saya memiliki kompetensi di bidang tersebut".
Hindari kalimat mubazir :
  • Contoh kurang tepat : "Saya adalah merupakan pekerja keras yang sanggup bekerja di bawah tekanan".
  • Contoh kalimat efektif : "Saya adalah pekerja keras yang sanggup bekerja di bawah tekanan".
2. Jenis bahasa surat surat lamaran kerja profesional
Gaya bahasa yang digunakan dalam isi surat lamaran kerja adalah bahasa baku. Hindari penggunaan bahasa gaul dan sejenisnya juga kalimat yang mengandung makna konotasi. Apabila isi surat lamaran menggunakan bahasa Indonesia, maka gunakan kalimat sesuai EYD Ejaan Yang Disempurnakan). Gunakan kalimat yang jelas subjek, predikat, objek dan keterangannya. Hindari pengggunaan kalimat yang panjang dan perhatikan pula tanda-bacanya. Meskipun hanya tanda baca titik (.), apabila tidak dibubuhkan, maka dapat mencerminkan Anda sekilas sebagai pribadi yang kurang teliti.

3. Bagian-bagian surat lamaran kerja profesional
Ibarat tubuh, surat lamaran kerja memiliki bagian-bagian yang cukup penting untuk diketahui. Bagian-bagian ini dasarnya baku dan tersusun secara berurutan. Berikut adalah beberapa bagian-bagian penting surat lamaran kerja, antara lain :
Kepala Surat :
Kepala surat umumnya terdiri dari nama pribadi, alamat lengkap, nomor telepon dan alamat e-mail ataupun situs. Fungsi umum kepala surat adalah agar identitas Anda segera diketahui perekrut.
Penulisan nama umumnya ditulis seperti pada penulisan judul, lengkap dengan gelar nama. Perhatikan pula tanda baca dalam penulisan gelar sehingga sesuai dengan EYD. Penulisan alamat lengkap disertai dengan kode pos. Setelah penulisan kepala surat baiknya ditambahkan garis pemisah untuk membedakan kepala surat dengan isi surat.

Tanggal Surat :
Penulisan tanggal surat baiknya lengkap (tidak disingkat). Penulisan nama bulan disesuaikan  EYD, misal bulan November sebaiknya tidak ditulis dengan Nopember. Penulisan tanggal umumnya diletakkan tepat di bawah kepala surat.

Lampiran dan Hal (Perihal) :
Seperti halnya surat resmi, nomor surat, lampiran dan hal merupakan satu kesatuan. Namun karena surat lamaran kerja tidak mewakili sebuah lembaga/instansi, maka nomor surat dapat ditinggalkan.
Fungsi lampiran adalah untuk menginformasikan apakah surat lamaran kerja Anda disertai dengan dokumen penting lainnya. Kata lampiran tidak perlu ditulis jika memang tidak ada dokumen yang ikut disertakan dalam surat lamaran kerja. Penulisan kata lampiran diikuti dengan tanda baca titik dua (:). Jumlah berkas lampiran ditulis dengan huruf (bukan dengan angka) dan diakhiri tanpa tanda baca.
Fungsi hal (perihal) berkaitan dengan perihal apakah yang hendak disampaikan dalam surat lamaran kerja. Misalnya apakah Anda ingin mengajukan permohonan kerja sebagai guru, staf HRD ataupun kepala bagian. Penulisan kata hal diikuti dengan tanda baca titik dua (:). Penulisan isi perihal tanpa diakhiri tanda baca.

Penujuan Surat :
Isi penujuan surat terdiri dari nama penerima surat, nama instansi/lembaga dan alamat penerima surat.  Dasar penulisan sama dengan dasar penulisan pada kepala surat, namun ditambahkan kata "Yth." sebelum nama penerima atau kata "Kepada :" di atas nama penerima, namun tidak dianjurkan menggunakan keduanya secara bersamaan (salah satu saja di antaranya).

Salam Pembuka :
Salam pembuka umumnya menggunakan kalimat "Dengan Hormat", "Assalamualaikum" atau "Salam Sejahtera" diakhiri dengan tanda baca koma (,).

Isi Surat :
Isi surat adalah bagian untuk mengemukakan maksud serta menginformasikan sekilas pandang tentang jati diri Anda. Tulislah isi surat secara informatif, efektif dan sistematis. Informatif berarti isi surat Anda mudah dimengerti. Efektif berarti isi surat Anda terfokus dan tidak berlebihan. Sistematis berarti isi surat Anda ditulis secara urut mulai dari pembuka, inti surat hingga bagian penutup. Isi surat sebaiknya tidak terlalu panjang ataupun pendek. Informasi yang umum terdapat pada isi surat lamaran kerja ialah : sumber informasi lowongan, identitas/deskripsi diri singkat, ucapan terima kasih dan ungkapan harapan apabila ada.

Salam Penutup :
Salam penutup dapat menggunkan kalimat "Hormat Saya" atau "Wassalamualaikum" diakhiri dengan tanda baca koma (,).

Tanda Tangan dan Nama Terang :
Isilah tanda tangan dengan jelas dan ukuran proporsional. Gunakan tinta warna gelap dan netral (hitam/biru). Nama terang dituliskan tepat di bawah tanda tangan, isikan dengan nama lengkap beserta gelar.
Berikut adalah contoh surat lamaran kerja yang biasa Teras Penganggur gunakan untuk mengajukan permohonan kerja :